Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
13 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  PON

Dibantu Hujan, Karlahut di Rangsang Kepulauan Meranti Tuntas

Dibantu Hujan, Karlahut di Rangsang Kepulauan Meranti Tuntas
Personil BPBD dan Kepolisian Kepulauan Meranti saat ikut memadamkan Karlahut di Desa Telesung Kecamatan Rangsangpesisir, Riau
Senin, 17 Oktober 2016 18:03 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Desa Telesung Kecamatan Rangsangpesisir Kabupaten Kepulauan Meranti benar-benar telah padam atau tuntas. Padamnya api yang melahap lebih 50 hektar lahan itu setelah adanya upaya dari semua pihak terkait dan bantuan hujan, Sabtu (15/10/2016) malam.

"Alhamdulillah titip api di Desa Telesung sudah berhasil dipadamkan sejak Sabtu. Ini berkat kerjasama seluruh tim, bantuan aparat dan masyarakat setempat serta turunnya hujan. Titik api benar-benar padam," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti M Edy Afrizal SE MH, Senin (17/10/2016).

Dikatakan Edy, meski tidak ada lagi kebakaran, mereka tetap memantau. Mereka juga meminta masyarakat pro aktif untuk melaporkan jika ditemukan titik api. "Kalau melihat titik api, laporkan ke aparatur desa dan kecamatan setempat. Pihak kecamatan sudah tahu kemana mau berkoordinasi," tambah Edy.

Terkait kebakaran di Telesung kemarin, kata Edy terjadi di lahan belukar, kebun karet, kebun kelapa dan kebun sagu. Kondisi lahan gambut, sulitnya ditemukan sumber air, dan cuana panas serta angin kencang, menyulitkan pemadaman.

Saat kebakaran itu, cerita Edy, selain menurunkan tim, mereka juga membagi-bagikan masker kepada masyarakat setempat.

"Kami imbau betul kepada seluruh masyarakat. Kalau ada titik api cepat koordinasikan ke pihak desa dan kecamatan," pesan laki-laki yang akrab dipanggil Panglime Edy itu lagi. ***

Kategori:PON
wwwwww