Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
13 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Beladiri

Penemuan Mayat di Desa Ampolu Jadi Tanda Tanya Warga

Penemuan Mayat di Desa Ampolu Jadi Tanda Tanya Warga
Goni inilah yang dipakai pelaku untuk membungkus mayat korban dan saat ditemukan sejumlah warga Desa Ampolu tepat di bawah Jembatan Paya Kambing. (GoSumut/Sufriady Halomoan)
Senin, 17 Oktober 2016 19:50 WIB
Penulis: Sufriady Halomoan
PADANG LAWAS - Tokoh Pemuda Desa Ampolu, Parman Daulay menyatakan penemuan mayat di desa Ampolu tepatnya di bawah Jembatan Paya Kambing, Minggu (16/10/2016), masih menjadi tanda tanya besar oleh warga.

“Hingga sekarang masih jadi perbincangan hangat warga. Terlebih, identitas korban yang belum diketahui dan diduga kuat bukan warga Kabupaten Palas,” ungkapnya kepada GoSumut, Senin (17/10/2016).

Parman menyebutkan, warga menduga korban berasal dari daerah Riau. Begitupun, katanya, ini juga masih belum ada bukti petunjuk yang lebih kuat dan juga belum ada keterangan resmi dari kepolisian.

Hanya saja, kata dia, pilihan pelaku membuang di dekat jembatan yang masih dekat pemukiman warga jadi pertanyaan besar. Terlebih, untuk membuang jasad korban, memerlukan kerja keras.

"Kok  bisa dibuang di tempat kita? Itu juga yang membuat geram semua masyarakat. Memang, dilihat dari posisi pembuangan mayat tersebut, cukup dekat dengan pemukiman warga. Jembatan Paya Kambing ini hanya berjarak belasan meter dari rumah-rumah warga. Bahkan, Juga, dekat dari sekolah SMPN 2 Sosa," tuturnya.

Di sisi lain, jalan tersebut juga merupakan jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sosa dengan Provinsi Riau. Tentu, tidak sedikit yang melintas di jalan ini. Terlebih, pembuangan mayat itu bertepatan di Hari Minggu, yang merupakan hari pekan yang cukup ramai di Pasar Ujung Batu Kecamatan Sosa, yang biasanya pedagang sejak tengah malam sudah berdatangan dan melintasi lokasi ini.

Kuat dugaan, pelaku pembunuhan itu tidak hanya satu orang. Terlebih, untuk membuang mayat yang harus membutuhkan kerja keras dan tenaga lebih satu orang, diduga pelakunya sedikitnya dua orang.

"Bayangkan saja, berarti waktu mau membuang mayat itu harus dilewati lagi tangan-tangan (pagar) jembatannya. Kini, warga masih menunggu kinerja kepolisian untuk bisa mengungkap kasus ini. Mulai dari identitas korban, pelakunya dan juga motif pembunuhan yang terjadi," jelasnya menutup.

 

Editor:Arif
Kategori:Beladiri, Olympic, PON
wwwwww