Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton

MES Sosialisasi Bertransaksi Lewat Asuransi Syariah di Masyarakat Riau

MES Sosialisasi Bertransaksi Lewat Asuransi Syariah di Masyarakat Riau
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Abdul Wahid (berbaju hijau).
Kamis, 20 Oktober 2016 13:13 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
PEKANBARU - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Riau, Abdul Wahid mengatakan, perekonomian syariah harus terus disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya daerah pedesaan. Di mana selama ini masyarakat belum terbiasa mengenal ekonomi berbasis syariah tersebut.

Hal itu diungkapkan saat membuka kegiatan Seminar Sejahtera Bersama Asuransi Syariah, Kamis (20/10/2016), di aula Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau (UIR), Marpoyan.

"Dulu ingin bertransaksi kita tidak mengenal ekonomi syariah. Sampai sekarang juga tidak terealisasi. Masyarakat lebih senang untuk menggunakan transaksi konvensional. Padahal transaksi Syariah adalah sistem pengembangan sesuai dengan syariat agama," ujarnya.

Menurut Abdul Wahid, selama ini di desa lebih banyak tengkulak. Alangkah baiknya, ekonomi syariah diperkenalkan melalui sosialisasi yang terus dilakukan. "Saya berharap di Perguruan Tinggi juga bisa mempergunakan transaksi syariah," sampainya.

Baca Juga: Wahid Didukung Calon Bupati Inhil

Dikatakan, di luar negeri sistem syariah ini sekarang berkembang pesat. Karena jelas lajur haram dan halal. Syariah juga sistem yang adil dan tidak menimbulkan riba.

"Lembaga syariah di desa tidak berkembang pesat, karena tidak adanya perekeonomian tingkat desa. Padahal dana desa bisa digunakan secara syariah. Transaksinya secara syariah," ungkap anggota DPRD Riau ini.

Dari pengamatan Abdul Wahid, pangsa pasar ekonomi syariah sangat luar biasa dengan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah Muslim. Semua jelas saling menguntungkan dan bertransaksi secara halal berlandaskan ekonomi syariah Islam.***

Kategori:Badminton
wwwwww