Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  PON

Tak Ada Komisi A, Warga Segel Gedung Dewan di Sigli

Tak Ada Komisi A, Warga Segel Gedung Dewan di Sigli
Sejumlah warga saat menyegel Gedung DPRK Pidie, Kamis (20/10/2016). [Ist]
Kamis, 20 Oktober 2016 15:02 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Ratusan warga pro pilkada damai kembali berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Pidie, Kamis (20/10/2016). Unjuk rasa tersebut lanjutan dari pada unjuk rasa pada Selasa (18/10/2016).

Sebelumnya puluhan warga berunjuk rasa meminta pertanggung jawaban Ketua Komisi A DPRK Pidie, yang mengeluarkan pernyataan di media terkait pilkada. Pada saat itu Wakil Ketua DPRK Pidie, Jamaluddin, berjanji pada Kamis (20/10/2016), akan mempertemukan pengunjuk rasa dengan Komisi A. 

Warga kemudian mengaku kecewa, karena Wakil Ketua DPRK Pidie, Jamaluddin  tak mampu menepati janjinya. Ia tidak bisa mempertemukan warga dengan Ketua Komisi A yang katanya sudah keluar daerah. Lalu massa mengamuk dan masuk ke Gedung DPRK Pidie sambil menyegel pintu masuk dengan gembok. 

Koodinator Aksi, Faisal Delima, dalam orasinya mengatakan, pihaknya sangat kecewa terhadap DPRK Pidie, yang sudah ingkar janji tidak bisa mempertemukan pihaknya dengan Komis A. Bahkan Faisal dan rekan-rekan lainnya sangat berang melihat sikap anggota DPRK Pidie, yang sengaja mangkir agar tidak bisa ditemui. 

Aksi unjuk rasa lanjutan itu tidak anarkis karena dijaga ketat aparat kepolisian dari Polres Pidie. Setelah menunggu beberapa jam akhrinya massa bubar dan melakukan long march ke Masjid Al Falah untuk melaksanakan salat Zuhur bersama. 

Editor:Zainal Bakri
Kategori:PON
wwwwww