Pangdam IM: Jika TNI Berpihak, Masyarakat jadi Bingung
![]() |
| Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman pada saat melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0101/ BS di Jl. Sultan Alaiddin Mahmudsyah No.10, Kampung Baru, Kecamataan Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (22/10/2016). |
JANTHO - Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Tatang Sulaiman kembali menegaskan posisi prajurit TNI dalam pilkada, berada pada posisi netral. Pernytaan itu disampaikan jenderal bintang dua ini saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Markas Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/DA, Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (22/10/2016).
“TNI harus tetap netral pada pilkada yang diselenggarakan secara serentak pada tahun 2017 ini. Apabila ada prajurit TNI yang tidak netral akan diambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Tatang Sulaiman menyebutkan, netralitas TNI itu sangat diperlukan, karena TNI merupakan benteng terakhir bangsa Indonesia. “Jika TNI berpihak, maka masyarakat akan menjadi bingung dan tidak tahu akan berlindung kemana,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Pangdam juga mengingatkan para komandan lapangan, mulai dari komandan regu, komandan peleton sampai ke komandan batalyon agar benar-benar memperhatikan para anggotanya tentang pentingnya peran dan tetralitas TNI.
“Walau anggotamu seorang prada, namun sangat menentukan. Maka perlu diperhitungkan, karena TNI yang solid adalah kebersamaan yang utama,” jelasnya.













