Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Ekonomi
10 jam yang lalu
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
2
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
Peristiwa
11 jam yang lalu
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
3
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
Olahraga
23 jam yang lalu
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
4
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
3 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
5
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
6
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
3 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kota Padang Lindungi Hak Cipta Pelaku Ekonomi Kreatif

Kota Padang Lindungi Hak Cipta Pelaku Ekonomi Kreatif
Suasana pertemuan pelaku industri kreatif Kota Padang dengan Direktorat Kerjasama Universitas Indonesia. (Humas)
Kamis, 27 Oktober 2016 14:44 WIB

PADANG - Kota Padang menjadi kota pertama yang melindungi hak cipta para pelaku ekonomi kreatif di daerah tersebut. Padang juga menjadi daerah pertama yang difasilitasi dalam pendampingan dan bimbingan teknis pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta, hak paten, hak merek, dan lainnya bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Padang pantas bersyukur, karena Padang merupakan satu diantara 15 kota di Indonesia yang menjadi target pertama pendampingan HKI,” kata Kepala Subdit Kerjasama Pemerintah Direktorat Kerjasama Universitas Indonesia, Suryadi di depan sejumlah UKM dan IKM Kota Padang yang hadir dalam Program Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Padang di Hotel Bumi Minang, Rabu (26/10/2016).

Pemerintah Kota Padang memang melakukan kerjasama dengan Universitas Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI dan Kementerian Hukum dan HAM dalam memfasilitasi pendaftaran HKI bagi pelaku ekonomi kreatif di Padang. Antusiasme pelaku ekonomi kreatif Kota Padang cukup tinggi.

“Padang cukup antusias. Bahkan di Padang cukup banyak pelaku, seperti kuliner, sandang dan lainnya. Jika dihitung lebih 80 ribu. Hari ini saja sebanyak 100 pelaku hadir di sini,” papar Suryadi.

Suryadi mengatakan, tidak ada pungutan biaya dalam pendaftaran HKI. Dari target 100 pelaku ekonomi kreatif yang mendaftar, diharapkan 70 pelaku melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

“Setelah lengkap akan kami bawa ke Jakarta untuk diperiksa Dirjen HKI. Jika lulus, sertifikat akan keluar,” terangnya.

Suryadi menyebut, program ini diharapkan tidak berhenti di tahun ini saja. Akan tetapi juga berlanjut hingga tahun selanjutnya.

“Harapan kita semua kota dapat kita jangkau,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Padang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Afrizal Khaidir menyampaikan terimakasih kepada UI, Bekraf dan Kementerian Hukum dan HAM yang sudah memfasilitasi pelaku usaha di Padang. Menurutnya, fasilitasi para pelaku ekonomi kreatif ini sesuai dengan program Pemerintah Kota Padang dalam menciptakan 10 ribu wirausahawan.

“Kita tak ingin terulang kembali kegagalan dan ketertinggalan kita saat kekayaan kita yakni ‘Randang Padang’ dipatenkan daerah lain. Mudah-mudahan ke depannya industry kreatif kita berkembang terus dan pemerintah akan melindungi dan mendukung setiap jenis usaha,” sebutnya. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, GoNews Group
wwwwww