Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
2
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
24 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
3
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
4
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
4 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
3 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Umum

Sebuah Diorama dari Bahan Bekas Mampu Menceritakan Apa yang Dibaca Pelajar di Dumai

Sebuah Diorama dari Bahan Bekas Mampu Menceritakan Apa yang Dibaca Pelajar di Dumai
Guru dari 6 sekolah di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, saat mendapatkan pelatihan membuat diorama.
Kamis, 27 Oktober 2016 19:54 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Diorama merupakan sebuah miniatur tiga dimensi untuk mengambarkan suatu cerita atau pemandangan. Diorama di dunia modern saat ini untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya dari landskap keadaan sejarah, kejadian alam, dan keadaan kota untuk kebutuhan pendidikan atau pertunjukan.

Seperti yang dilakukan guru-guru dari berbagai sekolah dalam pelatihan Pelita Pustaka, dimana mereka (guru) membuat sebuah diorama dengan waktu 60 menit dalam kerjasama kelompok yang berisikan 5 orang.

Baca Juga: Guru di Dumai Harus Memberdayakan Buku untuk Dibaca

Training Specialis Tanoto Foundation, Sasmoyo Hermawan menjelaskan kepada GoRiau.com, Kamis (27/10/2016), bahwa aplikasi diorama dalam kegiatan membaca adalah untuk memberikan alternatif yang lebih menarik bagi pelajar usai membaca.

Baca Juga: Perpustakaan Bukan Tempat Menakutkan Bagi Pelajar SD di Dumai

"Melalui diorama, mengantikan cara lama guru bertanya kepada pelajar usai membaca buku. Dimana biasanya usai membaca buku, guru akan bertanya kembali kepada pelajar, menceritakan kembali, tanya jawab dan meringkas. Cara ini sangat menakutkan bagi pelajar dan digantikan dengan diorama," ujarnya.

Baca Juga: MIN Lubuk Gaung Dumai Jadi Percontohan 'One Month One Action'

Diorama pun dibuat menggunakan bahan dari barang bekas, seperti kardus, kertas dan ranting, lanjutnya. Hanya menambahkan lem dan pewarna. Pelajar kelas 1 SD sudah mampu membuat diorama dan dibutuhkan 3 sesi untuk menjelaskan dan mempraktekannya.

Baca Juga: Ini Lima Sekolah di Dumai yang Terapkan Belajar Tidak Membosankan

"Dengan diorama bisa mengembangkan kreatifitas motorik pelajar. Dalam membuat diorama dibutuhkan kerjasama kelompok. Sehingga hasil karya pelajar pun bisa dipajang disekolah menjadi sebuah kreatifitas," jelasnya. Jadi menumbuhkan minat baca bisa dengan berbagai cara, salah satunya membuat diorama.*** #DUMAI

Kategori:Umum
wwwwww