Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
22 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Badminton

Meski Hanya Modal Sepatu Pinjaman, Aulia Ingin Pertahankan Emas di Satria Remaja II

Meski Hanya Modal Sepatu Pinjaman, Aulia Ingin Pertahankan Emas di Satria Remaja II
Foto: Azhari/GoNews.co.
Kamis, 27 Oktober 2016 19:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kondisi keuangan yang pas-pasan dan tampil dengan sepatu pinjaman tidak menyurutkan semangat lifter putri asal Kalimantan Barat, Aulia Andriani untuk kembali menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Terbuka Satria Remaja II yang digelar Gelanggang Olahraga dan Kesenian Cibinong, Jawa Barat, 27-29 Oktober 2016.

Gadis berjilbab ini bertekad mempertahankan meraih emas kelas 58kg yang diraihnya pada Kejurnas Angkat Besi Terbuka Satria Remaja I di Soreang Bandung, Mei lalu.

"Saya datang ke Cibinong dengan tekad ingin mengulang sukses pada Kejurnas Angkat Besi Terbuka Satria Remaja I," kata Aulia bersama rekannya Wuri Asmaul Hasnah yang didampingi Suryono selaku pelatih dan Maryono, pemilik klub angkat besi Sinar Khatulistiwa.

Pelajar SMP Negeri 12 Sungai Raya Pontianak mengaku mengenal olahraga angkat besi sejak Sekolah Dasar. Kini, Aulia yang lahir di Pontianak, 16 Mei 2002 telah menetapkan pilihan angkat besi sebagai karirnya.

"Cita-cita saya dulu menjadi guru. Sekarang, saya ingin menjadi atlet angkat besi seperti mbak Sri Wahyuni yang meraih perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016," kata Aulia yang ditemui di tempat penginapan Hotel M One Cibinong, Kamis (27/10/2016).

Perjuangan Aulia sampai ke Cibinong patut dapat acungan jempol. Dia bukan hanya makan dengan ala kadarnya karena minimnya biaya tetapi harus rela menggunakan sepatu temannya.

"Ya, kami memang harus pintar mengatur keuangan karena dana memang sangat minim. Ya, makan di warung lah biar irit. Sepatu yang dipakai Aulia saja boleh pinjam dari rekannya yang tidak berangkat. Yang penting, Aulia dan Wuri yang memakai sepatu secara bergantian bisa tampil dan menunjukkan prestasinya," kata Maryono.

Perjuangan Aulia tidak jauh berbeda dengan Maryono. Pegawai Dispora ini mendirikan klub Sinar Khatulistiwa dengan modal nekat. Awalnya, dia hanya menggunakan pipa yang dicor pakai semen dijadikan barbel dan tempat latihan di halaman rumah. Kini, dia memiliki satu set barbel bekas dan dua stik dan membuat sawung berukuran 6x10 meter.

"Saya hanya bisa menyediakan barbel bekas karena harga barunya sangat tinggi. Itupun dananya dari hasil patungan saya dan Haryono dan bantuan teman-teman. Beberapa tahun lalu, kami pernah mengajukan permohonan bantuan peralatan pada Kemenpora tetapi sampai sekarang belum terealisasi," katanya.

Keinginan Maryono dan Haryono cukup besar mencetak lifter berprestasi. Makanya, mereka terus saja melakukan pembinaan. "Angkat besi adalah dunia kami. Apalagi, Haryono adalah mantan lifter angkat berat," ujarnya. ***

wwwwww