Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mahasiswa Hukum Unsyiah Berdemo di Bundaran Tugu Pena

Mahasiswa Hukum Unsyiah Berdemo di Bundaran Tugu Pena
Aksi mahasiswa BEM Fakultas Hukum Unsyiah di Bundaran Tugu Pena, Simpang Mesra, Banda Aceh, Jumat (28/10/2016) [Ist]
Jum'at, 28 Oktober 2016 13:44 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, hari ini 28 Oktober, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)‎ Fakultas Hukum Unsyiah, berdemo di Bundaran Tugu Pena, Simpang Mesra, Banda Aceh, Jumat (28/10/2016).

Koordinator Aksi Lapangan, Riko Sukrevi mengatakan, aksi ini digelar untuk menggugat pemuda dan mengimbau seluruh pemuda di Aceh untuk melihat segala persoalan di Aceh. "Jangan cuma diam, persoalan kita masih banyak dan menumpuk dan mencari solusi bersama," ‎ujarnya dalam aksi.
 
 
Ia menilai, saat ini pemuda Aceh memiliki rasa apatisme yang besar karena ketidakpeduliannya terhadap permasalahan yang ada. "Sekarang banyak sistem yang sudah ada di negara kita, khususnya Aceh ini yang mengekang pemuda untuk bersuara. Padahal, pada 1928 dulu ketika pemuda mengikrarkan sumpahnya, Soekarno dan kawan-kawan menggerakan suara pemuda lainnya untuk menerapkan sistem terbuka pada para pemuda untuk lebih bersuara dan berdemokrasi," jelasnya.
 
 
‎Riko berharap, khususnya kepada para pemuda dan mahasiswa untuk bangkit. "Mari kita bersuara, melihat, mengkaji segala persoalan yang ada, sehingga substansial segala persoalan di Aceh ini kita dapat," tambahnya.
 

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Metropolitan, Umum
wwwwww