Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Beladiri

Ini Tugas 350 Prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh yang Dilepas Jenderal Bintang Dua di Pelabuhan Dumai

Ini Tugas 350 Prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh yang Dilepas Jenderal Bintang Dua di Pelabuhan Dumai
Pelepasan 350 prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh dalam Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat dari Pelabuhan Dumai, Minggu (30/10/2016).
Minggu, 30 Oktober 2016 16:16 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Sebanyak 350 prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh, Minggu (30/10/2016) dilepas oleh Pangdam I Bukit Barisan Mayor Jenderal Lodewyk Pusung dalam Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat. Selama bertugas ratusan prajurit TNI AD ini dipimpin oleh Letkol (Inf) Denny.

Prajurit TNI AD ini diberangkatkan dengan KRI Teluk Amboina 503 dari Dermaga C Pelabuhan di Kota Dumai, Riau. Para prajurit ini akan bertugas selama sembilan bulan lamanya menjaga perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Mayjen Lodewyk Pusung 'Sikat' Prajurit TNI yang Terlibat Narkoba

"Ini adalah tugas negara yang harus dijalani setiap prajurit TNI. Prajurit ini akan disebar dibeberapa titik perbatas yang ada," ujar jenderal bintang dua ini kepada GoRiau.com, Minggu (30/10/2016) usai pelepasan 350 prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh di Dumai.

Baca Juga: TNI Komitmen Tangkap Pelaku Karhutla di Riau

Tugas penting yang sudah menanti para prajurit ini, lanjutnya, seperti memasang kembali patok batas RI-Malaysia yang hilang. Karena banyak patok tapal batas kedua negara tersebut yang sudah hilang.

Baca Juga: Rudal Supercepat Siap Jaga Pertahanan Indonesia di Dumai

"Para prajurit ini harus mencari kembali patok yang hilang dan memasangnya kembali. Apalagi saat ini kita sudah mengantongi titik koordinat patok-patok yang hilang itu," ujarnya.

Kondisi hilangnya tapal batas ini, dikatakannya, sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Mereka memindahkan patok batas, guna melakukan aktifitas ilegal, seperti melakukan pembalakan liar hingga penyelundupan barang ilegal.

"Mereka memanfaatkan jalur tikus di sana untuk selundupkan narkoba. Saya tekankan, waspadai masuknya narkoba. Para prajurit yang bertugas harus menghentikan aktifitas ilegal di sana. Apalagi akhir pekan kemarin ada upaya penyelundupan Sabu seberat 6 kg di kawasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat," ulas Lodewyk.

Selain bertugas menjaga perbatasan, para prajurit juga dipersiapkan untuk menjadi pengajar di sekolah-sekolah yang ada diperbatasan. Karena masih ada sekolah yang kekurangan pengajar di sana.

"Sebelum berangkat ke perbatasan RI-Malaysia, para prajurit ini sudah dibekali latihan selama 6 bulan. Saya juga mengingatkan prajurit, agar menjalankan tugas secara profesional, pahami kultur dan hormati adat masyarakat setempat. Sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat," jelasnya.*** #DUMAI

Kategori:Beladiri
wwwwww