Ini Tugas 350 Prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh yang Dilepas Jenderal Bintang Dua di Pelabuhan Dumai
![]() |
| Pelepasan 350 prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh dalam Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat dari Pelabuhan Dumai, Minggu (30/10/2016). |
Penulis: Friedrich Edward Lumy
Prajurit TNI AD ini diberangkatkan dengan KRI Teluk Amboina 503 dari Dermaga C Pelabuhan di Kota Dumai, Riau. Para prajurit ini akan bertugas selama sembilan bulan lamanya menjaga perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Mayjen Lodewyk Pusung 'Sikat' Prajurit TNI yang Terlibat Narkoba
"Ini adalah tugas negara yang harus dijalani setiap prajurit TNI. Prajurit ini akan disebar dibeberapa titik perbatas yang ada," ujar jenderal bintang dua ini kepada GoRiau.com, Minggu (30/10/2016) usai pelepasan 350 prajurit Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh di Dumai.
Baca Juga: TNI Komitmen Tangkap Pelaku Karhutla di Riau
Tugas penting yang sudah menanti para prajurit ini, lanjutnya, seperti memasang kembali patok batas RI-Malaysia yang hilang. Karena banyak patok tapal batas kedua negara tersebut yang sudah hilang.
Baca Juga: Rudal Supercepat Siap Jaga Pertahanan Indonesia di Dumai
"Para prajurit ini harus mencari kembali patok yang hilang dan memasangnya kembali. Apalagi saat ini kita sudah mengantongi titik koordinat patok-patok yang hilang itu," ujarnya.
Kondisi hilangnya tapal batas ini, dikatakannya, sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Mereka memindahkan patok batas, guna melakukan aktifitas ilegal, seperti melakukan pembalakan liar hingga penyelundupan barang ilegal.
"Mereka memanfaatkan jalur tikus di sana untuk selundupkan narkoba. Saya tekankan, waspadai masuknya narkoba. Para prajurit yang bertugas harus menghentikan aktifitas ilegal di sana. Apalagi akhir pekan kemarin ada upaya penyelundupan Sabu seberat 6 kg di kawasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat," ulas Lodewyk.
Selain bertugas menjaga perbatasan, para prajurit juga dipersiapkan untuk menjadi pengajar di sekolah-sekolah yang ada diperbatasan. Karena masih ada sekolah yang kekurangan pengajar di sana.
"Sebelum berangkat ke perbatasan RI-Malaysia, para prajurit ini sudah dibekali latihan selama 6 bulan. Saya juga mengingatkan prajurit, agar menjalankan tugas secara profesional, pahami kultur dan hormati adat masyarakat setempat. Sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat," jelasnya.*** #DUMAI
| Kategori | : | Beladiri |













