Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
11 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
16 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Beladiri

Dikibulin Pria Ngaku Polisi, Sepeda Motor Mahasiswa Raib

Dikibulin Pria Ngaku Polisi, Sepeda Motor Mahasiswa Raib
Korban didampingi rekannya saat di Mapolsek Patumbak
Minggu, 06 November 2016 22:58 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN - Apes benar nasib yang dialami Muhammad Syafii, warga Batubara yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini. Pasalnya, mahasiswa yang kos di Jalan Turi, Medan ini terpaksa merelakan sepeda motor  CB 125 R yang baru dikreditnya setahun itu diambil dua pria yang mengaku polisi di Jalan Sakti Lubis, Minggu, (6/11/2016).

Kepada wartawan di Mapolsek Patumbak,  Syafii bercerita ihwal peristiwa yang dialaminya. Senin 31 Oktober ia melintas di Jalan Sakti Lubis saat malam hari. Tiba-tiba di tengah perjalanan dua  orang pemuda mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam memberhentikannya, dan langsung meminta kelengkapan surat-surat kendaraan.

"Aku disetop oleh  dua orang yang naik sepeda motor Vario. Dibilangnya kalau dia itu  polisi. Dia minta surat-surat motorku bang. Dibilang orang itu, ada begal di Marindal yang motornya sama kayak punyaku," terang Syafii.

Dirinya yang sudah mulai ketakutan langsung menuruti perintah kedua 'polisi' itu. Syafii  memberikan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sekaligus motornya. Berhasil mengelabui Syafii, kedua 'polisi' itu tak lantas puas.

Syafii digiring kedua pelaku ke sebuah gang. Di gang kecil itu, kedua pelaku merampas dompet milik Syafii yang berisi uang Rp300 ribu berikut kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan kartu mahasiswa.

"Aku kayak dihipnotis, Bang, nurut aja aku semua yang dibilang orang itu. Kukasih semua. Pas sudah pergi, baru sadar aku, Bang," ujarnya
Beruntung, kata Syafii, handphone  miliknya tak diambil kedua pelaku. Ia pun menghubungi kawannya untuk menjemputnya di lokasi kejadian.


"Aku nelpon keluargaku dulu di Batubara Bang, sambil nunggu surat-surat untuk buat laporan ke polisi. Makanya baru sekarang, aku lapor polisi," katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi mengaku, pihaknya sudah menerima laporan korban dan akan segera menindaklanjutinya. "Laporan sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti," ujarnya.

Editor:Sisie
Kategori:Beladiri, PON
wwwwww