Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
8 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
3 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pak Ulis: Agar Berdaya Saing, Mahasiswa Wajib Punya Skill

Pak Ulis: Agar Berdaya Saing, Mahasiswa Wajib Punya Skill
Pak Ulis bersama sebagian peserta pelatihan, Selasa (8/11/2016). [Ist]
Selasa, 08 November 2016 20:49 WIB
Penulis: TAM

LHOKSEUMAWE – Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Politeknik Negeri Lhokseumawe menggelar In House Training Entrepreneurship bagi 40 mahasiswa Program Studi di Luar Domisili (PDD) di aula Ayam Penyet Pak Ulis, Lhokseumawe, Selasa  (8/11/2016).

Salah satu pemateri yang dihadirkan untuk mengisi program pelatihan kewiraswastaan tersebut adalah pemilik gerai usaha waralaba Ayam Penyet Pak Ulis, Muklis Azhar. Pengusaha muda yang sukses membangun usaha kuliner itu memberi sejumlah kiat dalam membangun dan mengembangkan usaha.

“Kegiatan in house training seperti ini sangat bermanfaat. Para mahasiswa langsung mendapatkan ilmu dan pencerahan dari praktisi. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini terus digalakkan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRK Kota Lhokseumawe ini juga menilai, di tengah persaingan global, sudah sepatutnya para mahasiswa dilatih dengan beragam skill yang kemudian memiliki daya saing. “Tanpa skill mustahil mereka bisa bersaing dengan kompetitor dari negara lain. Bersaing dengan alumni perguruan tinggi nasional ternama saja susah, apalagi dengan negara luar,” kata Muklis Azhar, politisi dari Partai Hanura ini.

Pembekalan generasi muda Aceh dengan hard skill, tambahnya, merupakan salah satu upaya yang harus ditempuh pemerintah daerah dalam rangka menyiapkan mereka untuk bersaing di bursa tenaga kerja regional di tengah pemberlakuan pasar bebas ASEAN.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Ekonomi, Umum
wwwwww