Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  PON

Harga Cabe Mahal, Pecinta Pedas di Duri Harus Sabar Saat Beli Nasi Bungkus

Harga Cabe Mahal, Pecinta Pedas di Duri Harus Sabar Saat Beli Nasi Bungkus
Nasi Ramas Padang
Rabu, 09 November 2016 15:00 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Lonjakan harga kebutuhan pokok seperti komoditas cabai di pasar Duri, Kecamatan Mandu, Kabupaten Bengkalis, Riau berdampak bagi pengusaha warung makan atau restoran.

Salah satu dampak yang dirasakan oleh pembeli adalah berkurangnya takaran cabe merah yang biasanya diberikan pemilik warung makan pada nasi bungkus atau meja hidangan.

Baca Juga: Harga Cabe Tebus Rp 110 Ribu

"Rupanya karena cabe merah mahal sekarang, jatah cabe di nasi bungkus ini jadi sedikit. Ga ada terasa pedas lagi nasi ramas sekarang, harga cabenya aja yang semakin pedas, tapi rasa cabenya ga pedas lagi," kata Teddy, saat makan nasi bungkus di halaman kantor Camat Mandau menunggu waktu perekaman e-KTP, Rabu (9/11/2016) kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

Hal serupa juga diakui Meri, saat makan bersama rekan kerjanya di salah satu Ampera, pemilik Ampera juga mengurangi takaran cabe merah pada nasi yang sudah diramas itu.

Baca Juga: Pasokan Kurang, Harga Cabe di Duri Meroket

"Biasanya sampai berlebih cabe di nasi ramas kita itu, sekarang ini tidak. Cabe yang di kasih hanya seuprit (sedikit), kalau minta tambah cabe, ditambah hitungannya lagi, kalau 1 porsi nasi ramas itu Rp 10 ribu jadi Rp 12 ribu," bebernya.

Apa yang disampaikan pembeli itu juga tidak dipungkiri oleh sejumlah pemilik warung makan. Mengurangi takaran cabe merah dari biasanya salah satu solusi tepat saat harga cabe mahal.

"Kita ga mau ambil resiko kehilangan pelanggan karena menaikan harga seporsi, makanya kita kurangi takaran sedikit dari biasanya. Rata-rata pelanggan kita komplennya karena takaran cabe dikurangi, tetapi mereka maklum dengan harga cabe merah yang terus saja naik," kata Yanti, pemilik salah satu Ampera di Jalan Sudirman Duri. *** #BENGKALIS

Kategori:PON
wwwwww