Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
19 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
24 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Lamaran Ditolak, Parbetor Diduga Larikan Anak Gadis Tetangganya

Lamaran Ditolak, Parbetor Diduga Larikan Anak Gadis Tetangganya
Siti, gadis yang diduga dibawa kabur Nuar
Senin, 14 November 2016 06:49 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN -  Karena lamarannya ditolak, Nuar (33) pria yang berprofesi sebagai
pengemudi becak motor (parbetor) diduga melarikan Siti Arfianti (19) warga Jalan Garu II B, Kecamatan Medan Amplas. Dugaan tersebut semakin diperkuat dengan tidak pulangnya gadis berparas cantik ini sejak Senin,
(7/11/2016).

Informasi yang dihimpun dari keterangan Ernida Wati Rahayu, ibunda Siti saat
ditemui di kediamannya, Minggu, (13/11/2016) menyebutkan, hilangnya Siti yang
merupakan anak perempuan satu-satunya itu bermula pada Senin, pekan lalu.
Saat itu, Siti mengajak sepupunya, Putri untuk makan bakso di Jalan Garu II B,
persisnya di depan Gang Mesjid.

Namun, di tengah perjalanan, keduanya bertemu Nuar. Saat itu, Nuar mengajak
mereka naik becaknya. Namun Putri  langsung menolak ajakan itu. Lantas, Nuar
pun berbicara dengan Siti dengan berbisik-bisik.

Setelah itu, Nuar pun pergi dengan becaknya, sedangkan Siti dan Putri
melanjutkan perjalanan ke warung bakso yang hendak dituju.
Di tengah perjalanan, niat mereka terhenti. Karena Siti mengajak Putri untuk
mengambil uang terlebih dulu ke tempat bosnya di Jaka Ponsel di depan
Universitas Muslim Nusantara UMN.

Keduanya pun menyetop becak dan pergi ke sana. Namun anehnya, setelah
mendapatkan uang sebesar Rp 450 ribu dari bosnya, Siti tiba-tiba menyuruh Putri
pulang. Sedangkan dia pamit untuk pergi dan menginap ke tempat kawannya.
"Dibilang si Putri, katanya dia disuruh pulang duluan karena Siti mau pergi ke
rumah kawannya. Alasannya, ada urusan," tutur Ernida menirukan perkataan
Putri. Lanjut Ernida, Putri pun menuruti kemauan Siti.

Dan hal itupun dilaporkan Putri ke Ernida. Mendengar kabar itu, Ernida berang dan langsung menghubungi ponsel putrinya itu. Namun apa lacur, ponsel Siti tidak aktif. Ernida pun cuma bisa pasrah. Ernida langsung berpikir, kalau Nuar membawa lari putrinya itu. Karena pada hari itu juga, Nuar sempat datang ke rumahnya berniat mau melamar Siti. Namun lamaran Nuar ditolak Ernida.

"Si Nuar memang ada datang ke rumah mau ngelamar Siti. Tapi kutolaklah. Mana
mungkin kukasih anakku sama dia. Dia sudah anak tiga. Lagian istrinya masih
ada kerja di Malaysia" ucap Ernida kesal. Lantas, tunggu punya tunggu, hingga Rabu 9 November 2016 lalu, Siti tak kunjung pulang. Ernida pun memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke Polsek Patumbak dengan Nomor LP/969/XI/2016/SU. Ia berharap petugas Polsek Patumbak bisa segera menemukan keberadaan putrinya.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Patumbak AKP. Fery Kusnady yang
dikonfirmasi perihal itu, mengaku pihaknya sedang melakukan penyelidikan. "Ia
memang ada kita terima laporannya. Saat ini masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Editor:Sisie
Sumber:Gadis dibawa lari
Kategori:Badminton, Beladiri, PON
wwwwww