Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Riau

Sindir PNS Palsukan SPJ Pakai IT, Gubernur Riau Khawatir Kepala SKPD dan PNS Terlibat KKN

Sindir PNS Palsukan SPJ Pakai IT, Gubernur Riau Khawatir Kepala SKPD dan PNS Terlibat KKN
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 17 November 2016 12:35 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Untuk mendukung integrasi Riau Go IT, masing-masing SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Ria dibekali tenaga IT khusus. Sayangnya, hal ini dimanfaatkan oleh sejumlah oknum PNS untuk memalsukan Surat Perintah Jalan (SPJ).

"Saya dapat laporan, tenaga IT yang kita letakkan di dinas dan badan diminta macam-macam suruh menulis SPJ (manipulasi)," kata Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat memimpin rapat persiapan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Kamis (17/11/2016) siang.

Tanpa basa-basi, orang nomor satu di Riau itu pun menegaskan kepada seluruh PNS agar tidak meniru tindakan curang memanipulasi SPJ memakai tenaga IT. Ia mengibaratkan, perbuatan seperti itu tak ubahnya seperti menyuruh tenaga akuntan akrual basis untuk mengisikan absen.

"Saya orangnya nggak basa-basi pak, buk. Maaf kalau tidak berkenan, memang ada laporannya. Tak perlu saya konfirmasi pada pimpinannya. Saya malah khawatir itu bisa dijadikan alat KKN PNS bersama kepala SKPD nya. Pokoknya jangan lakukan itu," sindir Andi Rachman. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww