Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Ahmad Doli Kurnia: Ingat, DPR Bukan Milik Golkar!

Ahmad Doli Kurnia: Ingat, DPR Bukan Milik Golkar!
Politisi Golkar, Ahmad Doli Kurnia. (istimewa)
Selasa, 29 November 2016 16:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurni terus mendorong ketua umumnya Setya Novanto mempertimbangkan kembali keinginannya menjadi ketua DPR, dan fokus melakukan konsolidasi internal serta membangun citra positif Golkar.

Doli juga menambahkan, dengan memaksakan kembali menjadi ketua DPR, maka akan memberikan citra negatif bagi Golkar, DPR bahkan pribadi Setya Novanto.

Sebab kata dia, sebelumnya Setya Novanto telah mengundurkan diri dari jabatan tersebut seiring keputusan fraksi-fraksi yang menyatakan telah melakukan pelanggaran etika berat dan sedang.

"Jadi sangat tidak etis bila seseorang yang sudah mengundurkan diri dari jabatan tertentu, ingin kembali lagi," kata Doli melalui pesan singkat, Selasa (29/11/2016) siang di Jakarta.

Suasana kondusif di Parlemen menurut mantan Ketua AMPG ini harus terus tercipta agar institusi DPR bisa menjalankan fungsinya dengan baik, tanpa terus direcoki dengan rebutan kursi secara terus menerus.

Kewibawaan DPR juga harus dijaga sebagai lembaga tinggi negara. DPR itu adalah lembaga perwakilan rakyat, tentu komitmen dan tujuan utama yang harus dijunjung tinggi adalah kepentingan rakyat, bukan lagi kepentingan-kepentingan partai politik yang lebih dominan.

"DPR itu bukan milik Golkar saja yang setiap saat kalau punya keinginan harus wajib diamini oleh partai lain. Seharusnya Golkar bersyukur sebagai partai pemenang kedua mendapat kepercayaan memimpin DPR. Jadi jangan jumawa terhadap partai lain yang tentu juga harus dihargai keikhlasannya sejauh ini," tandasnya. ***

wwwwww