Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
12 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Riau

Hampir Setahun SPSI Hadapi MEA, Tenaga Kerja Asing Semakin Mengancam Nasib Buruh di Riau

Hampir Setahun SPSI Hadapi MEA, Tenaga Kerja Asing Semakin Mengancam Nasib Buruh di Riau
Aktivitas pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekanbaru. (Foto: Ratna SD)
Selasa, 29 November 2016 16:01 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berlaku di Provinsi Riau hampir setahun lamanya. Namun, hingga kini nasib buruh di bumi Lancang Kuning ini masih dalam kerisauan. Ini dikarenakan ratusan ribu buruh dan pekerja di Riau tidak dibekali pendidikan dan kemampuan yang mumpuni.

"Hasil produksi kita masih kalah dengan pekerja asing, memang lebih maksimal yang dihasilkan pekerja asing. Makanya kami dorong para pekerja agar siap berkompetensi dan bersaing. Kedepannya kami memohon perhatian dan bantuan pemerintah," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Riau, Nursal Tanjung kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Selasa (29/11/2016).

Dikatakan Nursal, bentuk dukungan pemerintah kepada kalangan buruh dan pekerja dapat dilakukan dengan memberikan pembekalan kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Selanjutnya, hal lain yang turut menjadi perhatian Nursal, diantaranya mengenai banyaknya pekerja dan buruh yang belum mengetahui secara pasti hak dan kewajiban buruh. Diantaranya mengenai hak menerima gaji sesuai UMK dan hak menerima jaminan kesehatan.

Sebagai bentuk nyata dalam menyikapi hal ini, SPSI Riau pun melaksanakan seminar dan lokakarya untuk mengedukasi buruh dan pekerja tentang implementasi UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Serikat Buruh, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian hubungan industrial.

"Bisa dilihat dari pelaksanaannya di tengah-tengah masyarakat, mereka (buruh) belum memahami hak-hak akan upah. Ini juga yang menjadi perhatian kami dalam seminar," tuturnya. ***

Kategori:Riau, Voli
wwwwww