Hampir Setahun SPSI Hadapi MEA, Tenaga Kerja Asing Semakin Mengancam Nasib Buruh di Riau
![]() |
| Aktivitas pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekanbaru. (Foto: Ratna SD) |
Penulis: Ratna Sari Dewi
"Hasil produksi kita masih kalah dengan pekerja asing, memang lebih maksimal yang dihasilkan pekerja asing. Makanya kami dorong para pekerja agar siap berkompetensi dan bersaing. Kedepannya kami memohon perhatian dan bantuan pemerintah," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Riau, Nursal Tanjung kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Selasa (29/11/2016).
Dikatakan Nursal, bentuk dukungan pemerintah kepada kalangan buruh dan pekerja dapat dilakukan dengan memberikan pembekalan kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Selanjutnya, hal lain yang turut menjadi perhatian Nursal, diantaranya mengenai banyaknya pekerja dan buruh yang belum mengetahui secara pasti hak dan kewajiban buruh. Diantaranya mengenai hak menerima gaji sesuai UMK dan hak menerima jaminan kesehatan.
Sebagai bentuk nyata dalam menyikapi hal ini, SPSI Riau pun melaksanakan seminar dan lokakarya untuk mengedukasi buruh dan pekerja tentang implementasi UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Serikat Buruh, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian hubungan industrial.
"Bisa dilihat dari pelaksanaannya di tengah-tengah masyarakat, mereka (buruh) belum memahami hak-hak akan upah. Ini juga yang menjadi perhatian kami dalam seminar," tuturnya. ***













