Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebelum Ditikam Bertubi-tubi Hingga Tewas, Ziko Sempat Memohon: Jangan Bunuh Saya, Nanti Kalian Masuk Penjara

Rabu, 30 November 2016 14:58 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Sebelum meregang nyawa setelah ditikam puluhan kali oleh dua rekannya, Ln (23) dan Ao (20), Kamis (19/10/2016) silam. Ziko Agustiar (24) pemuda asal Provinsi Bengkulu itu ternyata sempat memohon untuk tidak dibunuh.

Hal itu terungkap saat keduanya memperagakan sebanyak 27 adegan saat rekonstruksi di sebuah rumah petak lima, jalan Belimbing, Gang Anggur II, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (30/11/2016) siang, pukul 13.00 WIB.

Pada adegan ketujuh, saat Ao menumbangkan korban usai berkelahi di dalam rumah. Korban sempat berkata, "Jangan bunuh saya, nanti kalian masuk penjara,". Namun, ucapan korban tidak digubris Ln yang langsung menikam perut korban dengan pisau.

BACA JUGA:

. Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Pemuda Asal Bengkulu, 2 Pelaku Peragakan 27 Adegan

. Ngeri Penghuni Kontrakan Petak 5 Jalan Belimbing Pekanbaru Langsung Kabur Lihat Darah di Teras Rumah

Setelah mengeksekusi korban, kedua pelaku membawa jasad korban ke tempat pembuangan sampah, jalan Siak, Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki. Sebelum membuang jasad korban, keduanya kembali menghujamkan pisau ke perut korban hingga ususnya terburai.

Keduanya kemudian melarikan diri menuju Jakarta dengan menjual sepeda motor milik Ln seharga Rp7 juta. Tapi, baru saja melintas di perbatasan Sumatera Barat (Sumbar)-Jambi, keduanya dibekuk tim opsnal Polresta Pekanbaru.

Para pelaku yang ternyata masih ada hubungan keluarga dengan korban, akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman 15 tahun penjara, karena terbukti melanggar pasal 338 KUHP.***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww