Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Peristiwa
22 jam yang lalu
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
2
Ramal 2021 Jokowi Tumbang, Mbak You Bakal Dipolisikan
Politik
22 jam yang lalu
Ramal 2021 Jokowi Tumbang, Mbak You Bakal Dipolisikan
3
DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Bencana
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Bencana
4
BAZNAS dan HFI Merespon Cepat Gempa Sulbar
Peristiwa
21 jam yang lalu
BAZNAS dan HFI Merespon Cepat Gempa Sulbar
5
Jika Pembebasan Biaya Penempatan PMI tak Dijalankan, Benny Rhamdani Ancam Mundur dari Kepala BP2MI
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Jika Pembebasan Biaya Penempatan PMI tak Dijalankan, Benny Rhamdani Ancam Mundur dari Kepala BP2MI
6
PP Persambi Sambut Keputusan OCA Tunda AIMAG VI
Olahraga
21 jam yang lalu
PP Persambi Sambut Keputusan OCA Tunda AIMAG VI
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Wabup Kuansing Tinjau Pabrik Tapioka Sukoharjo

Wabup Kuansing Tinjau Pabrik Tapioka Sukoharjo
Rabu, 07 Desember 2016 18:13 WIB
Penulis: Wirman Susandi
SUKOHARJO - Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H. Halim mengunjungi pabrik tapioka di Sukoharjo, Rabu (7/12/2016).

Kehadirannya di Sukoharjo didampingi sejumlah pejabat, seperti Kadis Tanaman Pangan, Kadis Perkebunan, Kadispenda, Kepala BLH, Kabag Pertanahan, Kabag Umum, Kabag Ekbang serta Kabid Investasi. Rombongan Pemkab Kuansing disambut langsung oleh Direktur PT. Sukoharjo Makmur Permata , Hartono didampingi Direktur Operasional, Rudi.

Setelah berbincang di ruang kerjanya, Hartono mengajak rombongan meninjau pabrik.

"Kami keterbatasan produksi karena ketersediaan bahan baku, ubi kayu terbatas. Masyarakat hanya memanfaatkan lahan kosong dan areal pegunungan," papar Hartono. Bahkan, lanjut Hartono, warga cuma bisa panen empat sampai lima kali setahu.

"Jika punya bahan baku yang cukup, maka perusahaan yang berumus 25 tahun ini bisa mengolah 200 ton ubi per hari atau 50 ton tepung tapioka per harinya," jelas Hartono.

Sementara itu, Halim sangat optimis rencana pengembangan dan pembangunan tapioka di Kuansing.

"Kita akan pelajari dan kaji lebih detail, jika masyarakat mendukung dan pemerintah bergerak cepat, maka pabrik akan mampu mengatasi masalah kesenjangan ekonomi rakyat," ujar Halim.

Kendati demikian, sebelum pabriknya berdiri, Halim mengajak seluruh masyarakat untuk bertanam ubi. Sehingga, ketika pabriknya sudah ada, bahan baku juga tersedia.

"Untuk pemasaran, sudah ada perusahaan yang bersedia menampungnya," tegas Halim. *** #KUANSING

Kategori:Ekonomi
wwwwww