Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Jenderal Tito Karnavian Curhat Ke Aa Gym Tentang Tugas Kapolri

Jenderal Tito Karnavian Curhat Ke Aa Gym Tentang Tugas Kapolri
Foto. Istimewa.
Minggu, 11 Desember 2016 21:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym saling bercerita tentang kehidupan pribadi masing-masing.

"Apapun yang dialami, termasuk berbagai cobaan hidup kita kembalikan ke Allah," kata Tito saat berdialog dengan As Gym dalam sebuah Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (11/12).

Aa Gym pun sempat bertanya kepada Tito tentang beratnya amanah mengemban jabatan Kapolri. "Polri adalah organisasi kepolisian no dua terbesar di dunia setelah China. Polri memiliki tugas yang tidak mudah. Perkembangan lingkungan yang dinamis dan karakteristik bangsa yang beragam serta kehidupan masyarakat yang demokratis menjadikan Indonesia rawan terhadap isu yang menyangkut suku, agama," ucap Kapolri.

Menurut mantan kapolda Metro Jaya itu, potensi konflik dengan berbagai latar belakang. khususnya SARA perlu ditangani secara sungguh- sungguh karena dapat memecah belah bangsa.Demokrasi yang mengakomadasi kebebasan tidak harus diterjemahkan sebebas bebasnya.

"Tugas Polri bersama komponen lainnya untuk menyatukan bangsa Indonesia menuju bangsa yang aman, makmur dan sejahtera. Tugas Polri tentu kedepan akan sangat berat dan tidak mudah. Perlu dukungan dari semua pihak." pungkasnya. ***

Sumber:rmol.co
Kategori:Badminton, PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww