Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  PON

Anak-anak Korban Gempa Pijay Mulai Rindu Bersekolah

Anak-anak Korban Gempa Pijay Mulai Rindu Bersekolah
Sejumlah anak korban gempa berada di titik pengungsian Pidie Jaya, sebagian mereka masih trauma dan takut terhadap gempa susulan, Minggu (11/12/2016). [Joniful Bahri]
Selasa, 13 Desember 2016 10:32 WIB
MEUREUDU - Gempa bumi Pidie Jaya, Aceh tujuh hari lalu atau bertepatan dengan pelaksanaan hari ketiga ujian sekolah setempat. Rangkaian ujian yang belum tuntas itu membuat sejumlah siswa merindukan sekolah.

"Saya ingin segera sekolah dan lanjutkan ujian setelah gempa kemarin," kata Pasya, siswi kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh seperti dilansir antaranews.com, Selasa (13/12/2016).

Ia mengaku hanya mengingat telah mengerjakan ujian Matematika dan Bahasa Indonesia. Ia lupa sisanya. Namun, ia mengingat deretan mata ujian yang belum sempat dijalaninya. 

"Kalau tidak salah, IPS, IPA, Alquran dan Hadits, Bahasa Arab, SKI," kata dia sembari menyatakan kesiapannya jika ujian kembali dilanjutkan.

Menurut Pasya, sekolahnya tidak mengalami kerusakan berarti. "Sekolah saya sendiri tidak rusak hanya retak-retak, tapi diliburkan oleh para guru," kata dia.

Selama menunggu sekolah kembali berjalan, ia menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman-temannya di posko pengungsian. Gempa tektonik 6,5 SR itu masih membuatnya trauma sehingga ia memilih untuk tinggal di pengungsian.

"Paling mengisi waktu libur, ikut acara mauludan," ujar dia.

Adiknya Muhammad Ulis, siswa kelas 2 MIN 1 Kecamatan Panteraja juga menyatakan serupa ingin segera sekolah kembali. Ia sementara ini tinggal di rumah neneknya di Sigli yang memakan waktu sekitar dua jam dari rumahnya di Meureudu karena tidak terdampak gempa bumi. 

Untuk menghabiskan waktu, ia lebih banyak bermain bola dengan teman-temannya. "Saya ingin punya bola, Om," kata dia.

Sementara itu, menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke lokasi gempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pidie Jaya telah membangun sekolah darurat di bawah tenda.

Sekolah darurat tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di beberapa lokasi pengungsian, menggantikan sementara sekolah-sekolah yang rubuh akibat gempa.

"Kita sudah mendirikan tujuh unit, BPBD dua unit sekolah SMK," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Saiful Rasyid, Senin, 12 Desember 2016.

BPBD Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara juga ikut serta mendirikan sekolah darurat di lima titik sekolah yang rusak parah. Kelima titik itu berada di MIN Paru satu unit, SMK Negeri 1 Paru satu unit, dan Kecamatan Bandar Baru dua unit. "Selebihnya, sedang kita survei tempat," ujar Bambang Suherianto, koordinator relawan.

Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan pihaknya secepat mungkin akan mendirikan tenda-tenda darurat untuk sekolah yang hancur di Pidie Jaya sebagai prioritas utama.

Tenda yang dibangun itu berukuran 12x6 meter yang diperkirakan bisa memuat sekitar 50 siswa lebih. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pidie Jaya, terdapat 84 sekolah rusak, dan 83 PAUD dan Taman Kanak-Kanak akibat gempa Aceh.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:antaranews.com
Kategori:PON
wwwwww