Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Riau

Tak Semua Orang Bisa Nikmati Dahsyatnya Ombak Bono Pelalawan yang Fenomenal di Dunia, Ini Sebabnya

Tak Semua Orang Bisa Nikmati Dahsyatnya Ombak Bono Pelalawan yang Fenomenal di Dunia, Ini Sebabnya
Ombak Bono Pelalawan
Jum'at, 16 Desember 2016 10:25 WIB
Penulis: Farikhin
JAKARTA - Ombak Bono di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia merupakan objek wisata air yang tergolong fenomenal dan langka di dunia. Bono merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang, namun tak semua orang bisa menikmatinya.

Apalagi saat Bono terbesar yang biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Karena pada saat musim hujan, akses jalan juga kadang terputus karena dilanda banjir.

''Minimnya infrastruktur menuju kawasan wisata Bono di Kecamatan Teluk Meranti, menjadi persoalan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan untuk memajukan wisata di daerah ini,'' ujar Bupati Pelalawan, HM Harris saat ekspose objek wisata Bono dalam rapat koordinasi DPD RI bersama Kementrian PUPR, Kementrian Pariwisata, Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Kamis (15/12/2016).

Dikatakannya, pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Bono sepanjang 132 KM diharapkan dapat dukungan dari kementrian.

''Kementrian PUPR diharapkan dapat mendukung sepenuhnya pembangunan jalan menuju kawasan wisata Bono,'' terang Bupati Harris.

Karena keterbatasan infrastruktur jalan ini pula akhirnya wisata bono kalah bersaing dengan wisata sejenis dari daerah lain. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Riau, PON
wwwwww