Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  PON

Banyak Bangunan Ambruk‎ Akibat Gempa Diduga Gagal Kontruksi

Banyak Bangunan Ambruk‎ Akibat Gempa Diduga Gagal Kontruksi
Toko ambruk akibat gempa susulan di Samalanga, Kabupaten Bireuen, Jumat (9/12/2016). [Joniful Bahri]
Jum'at, 16 Desember 2016 10:15 WIB
Penulis: Amiruddin
SIGLI - Banyaknya bangunan ambruk akibat gempa 7 Desember lalu disebabkan gagalnya kontruksi bangunan, karena kurangnya pengawasan pemerintah, sehingga bahan-bahan yang digunakan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal itu dipaparkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Willem Rampange‎lei, kepada sejumlah wartawan saat melakukan pertemuan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, kemarin.
 
 
Bahkan menurut Willem, setiap dilaksanakan pembangunan wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB dan dari sana lah pemerintah bisa mengontrol pembangunan tersebut. "Ini harus diawasi dengan baik, jika tidak semuanya sia-sia," tegasnya.
 
Gagalnya kontruksi kata Willem, lebih disebabkan kurangnya pengawasan pembangunan yang dilakukan masyarakat. Akibatnya saat gempa melanda banyak bangunan ambruk tanpa tersisa satu pun.
 
"Artinya setiap membangun harus mengikuti aturan dan harus menggunakan bahan yang standar, setidaknya tidak menggunakan bahan di bawah SNI. Saya melihat banyak bangunan yang menggunakan bahan di bawah standar," papar Willem.‎

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww