Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
17 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
18 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
18 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
19 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
20 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gudang Penyimpanan Jebol, Ribuan Ton Beras Milik Bulog Rusak Terendam Banjir

Gudang Penyimpanan Jebol, Ribuan Ton Beras Milik Bulog Rusak Terendam Banjir
Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
Selasa, 27 Desember 2016 12:38 WIB
MATARAM - Bencana banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Kota Bima dan sebagian Kabupaten Bima pekan lalu telah memporak-porandakan hampir sebagian besar wilayah Kota Bima.

Bahkan, amukan banjir bandang juga menjebol gudang penyimpanan beras milik Perum Bulog Sub Divis Regional (Divre) Bima di Jatiwangi, Kecamatan Asakota.

Sekitar 1.500 ton lebih dari jumlah total beras yang tersimpan di gudang Jatiwangi sebanyak 2.200 ton di tiga gudang Kota Bima itu rusak akibat terendam air banjir.

Bahkan sebagian bangunan gedung penyimpanan beras roboh, karena terjangan air banjir bandang.

“Sekitar 60 persen dari total 2.200 ton beras yang tersimpan di gudang Jatiwangi Bima diperkirakan rusak, karena terendam air banjir dan lumpur,” kata Humas Perum Bulog Divre Provinsi NTB, Syawaludin Susanto seperti diberitakan Radar Lombok, Selasa (27/12).

Saat terjadi banjir pertama, ketinggian air yang merendam tumpukan beras di dalam gudang mencapai dua meter.

Namun pada saat banjir susulan, ketinggian air mencapai tiga meter, sehingga tumpukan beras yang terendam air semakin banyak bahkan menjebol gedung penyimpanan beras Bulog.

Anto menyebut, sekitar 1.500 ton atau 60 persen dari total jumlah beras yang tersimpan di tiga gudang Bulog Sub Divre Bima dalam keadaan rusak.

“Kami sudah melaporkan kejadian bencana banjir ini termasuk kerusakan yang ditimbulkannya. Untuk selanjutnya kami menunggu arahan dari pusat,” terangnya.

Lebih lanjut Anto mengatakan, untuk beras milik Bulog Sub Divre Bima yang masih dalam kondisi baik, akan dipindahkan menuju gudang penyimpanan milik Bulog yang ada di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari gudang penyimpanan beras milik Bulog di Jatiwangi Kota Bima.

“Hari Ahad pemindahan beras yang masih bagus sekitar 40 persen dari total 2.200 ton yang tersimpan di gudang Jatiwangi sudah mulai diangkut ke gudang Bolo Kabupaten Bima,” papar Anto.(pjs)

Editor:Arie RF
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Nusa Tenggara Barat

wwwwww