Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
24 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Minta Sumbangan Tahun Baru Tak Dikasih, Marah-marah, Terkapar Kena Celurit

Minta Sumbangan Tahun Baru Tak Dikasih, Marah-marah, Terkapar Kena Celurit
ilustrasi
Sabtu, 31 Desember 2016 07:32 WIB

PONTIANAK - Mis harus berurusan dengan hukum karena membacok Rai dengan celurit, Kamis (29/12). Penjaga malam gudang kardus di Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalbar itu kesal karena Rai meminta sumbangan untuk perayaan malam pergantian tahun.

Sebelum dibacok, warga Gang Prona, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya itu sempat mendatangi gudang kardus di belakang SPBU milik Robi di Jalan Adi Sucipto bersama temannya.

Mereka bermaksud bertemu Robi untuk meminta sumbangan kegiatan malam tahun baru. Saat itu, hanya ada Mis yang merupakan mertua Robi.

Mertua Robi tak memberi uang sumbangan yang diminta Rai dan temannya.

“Keterangan saksi, Rai saat itu langsung marah-marah dan menendang mertua Robi,” kata Kompol Abdullah Syam, Kapolsek Sungai Raya.

Kala itu, lanjut Abdullah, Rai diduga sedang mabuk. “Melihat perbuatan Rai, pekerja di gudang mencoba menghalaunya. Dan Rai lari keluar gudang,” jelasnya.

Setengah jam kemudian, Rai datang lagi sambil marah-marah.

Geram melihat perbuatan Rai, Mis yang merasa terganggu langsung mengambil celurit.

“Mis mendekati Rai, kemudian membacok tangan kanan Rai. Sehingga Rai mengalami luka cukup parah. Setelah dilerai, Rai langsung keluar dari gudang kardus,” terang Abdullah.

Anggota Polsek Sungai Raya yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa Rai ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara.

Sedangkan anggota lainnya langsung ke lokasi kejadian untuk mengamankan Mis dan barang bukti.

“Saat ini pelaku masih diperiksa di Mapolresta Pontianak. Kenapa di Polresta, kami mengantisipasi kejadian susulan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat,” ungkap Abdullah. (jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Kalimantan Barat
wwwwww