Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah 5 Hari Berturut-turut, Belasan Siswa di SMKN Ini Kesurupan, Teriak-teriak dan Guling-guling di Lantai

Sudah 5 Hari Berturut-turut, Belasan Siswa di SMKN Ini Kesurupan, Teriak-teriak dan Guling-guling di Lantai
Siswa SMKN 5 Jembrana kesurupan massal. (foto: merdeka.com/gede nadi jaya)
Sabtu, 31 Desember 2016 09:34 WIB
DENPASAR - Belasan siswa SMKN 5 Jembrana mengalami kesurupan massal secara bergantian sejak beberapa hari sejak Senin lalu. Belum diketahui apa yang menyebabkan puluhan pelajar di sekolah yang berlokasi di Desa Pekutatan, Jembrana, Bali ini kesurupan.

"Mereka hanya teriak-teriak dan guling-guling di lantai. Tidak ada ucapan yang keluar," kata salah seorang siswa di sekolah tersebut, Jumat (30/12).

Seperti dilansir merdeka.com, pihak sekolah sudah mendatangkan ustaz dan juga pemangku desa setempat, namun hasilnya tetap saja belasan siswa ini mengalami trans.

Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Negara, I Gusti Ngurah Sudama mengatakan, anak didiknya itu sebelum masuk kelas untuk mengikuti pelajaran, kondisnya sehat-sehat saja. Biasanya saat pelajaran berlangsung satu persatu tiba-tiba histeris tanpa sebab yang jelas.

"Kami hanya bisa lakukan penenangan dan beberapa siswa yang terlihat lemas kita amankan untuk mendapat pertolongan kesehatan di Puskesmas," singkatnya.

Sedangkan keterangan dari salah satu dukun yang ikut menangani siswa yang kesurupan itu, I Wayan Sutarma alias Sukabang mengatakan, ruang kelas X itu memiliki aura magis dan lokasinya memang angker sehingga ruang kelas itu seharusnya tidak boleh kotor.

Bahkan menurutnya ada satu ruang kamar mandi yang tidak boleh digunakan oleh siapa pun baik siswa, pegawai maupun guru.(mdk)

Editor:Arie RF
Sumber:merdeka.com
Kategori:Bali, Umum, Olympic, Badminton
wwwwww