Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Buka Lahan Perkebunan Tanpa Izin, PT Adei Plantation Didenda Rp 1,5 Miliar

Buka Lahan Perkebunan Tanpa Izin, PT Adei Plantation Didenda Rp 1,5 Miliar
Ilustrasi
Minggu, 29 Januari 2017 14:12 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - PT Adei Plantation and Industry terbuki bersalah membuka lahan perkebunan Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) tanpa mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Akibatnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut dikenakan denda oleh Mahkamah Agung (MA) sebesar Rp 1,5 miliar.

Denda tersebut berdasarkan hasil putusan Kasasi atas kasus izin usaha perkebunan yang telah menjerat PT Adei Plantation and Industry distrik Nilo.

"Perwakilan dari perusahaan telah datang dan membayar uang denda," terang Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Tety Syam.

Atas putusan kasus izin usaha perkebunan terhadap korporasi, menurut Tety Syam, denda tersebut dibayarkan karena perkaranya telah inkrah.

"Denda telah dibayarkan, karena perkaranya sudah inkrah," ungkapnya, seraya mengatakan perusahaan terbukti bersalah membuka lahan perkebunan KKPA tanpa IUP.

Baca Juga: Dituding Tak Serius Normalisasi Sungai Buluh, AMPKB Beberkan Kecurangan PT Adei Plantation

Baca Juga: Normalisasi Sungai Buluh, AMPKB Laporkan Kecurangan PT Adei Plantation

Setelah menerima uang denda tersebut, jelas Tety Syam, pihaknya langsung melengkapi administrasi serta berita acara penerimaan.

"Uang denda disetorkan ke kas negara. Sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku," tandasnya, akhir pekan ini.*** #PELALAWAN

Kategori:Beladiri
wwwwww