Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  PON

Pulau Untut di Teluk Meranti Rusak, Dewan Kejar PT Arara Abadi

Pulau Untut di Teluk Meranti Rusak, Dewan Kejar PT Arara Abadi
Pulau Untut di Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.
Sabtu, 04 Februari 2017 14:14 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Pulau Untut, Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengalami abrasi serius akibat dijadikan pelabuhan sandar ilegal kapal tongkang.

"Fakta yang kita dapati di lapangan kerusakan pulau itu sudah sangat parah," terang Wakil I Ketua DPRD Pelalawan, Suprianto SP.

Diungkapkannya, abrasi yang terjadi sudah luar biasa. Pepohonan di Pulau Untut rusak parah akibat kapal ponton PT Arara Abadi. "Pulau Untut ini bisa terancam hilang," ujarnya.

Lanjut Suprianto, kini berbagai jenis pepohonan yang ada di Pulau Untut, seperti Bakau, Api-api, Langgadai dan Tumuh, sudah banyak yang mati.

Dengan kondisi tersebut, kehadiran perusahaan dirasa tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat di wilayah operasional.

"Ini yang terjadi justru kerusakan lingkungan yang berimbas pada perekonomian masyarakat nelayan di sana," tandasnya.

Suprianto menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait.

"Jika perlu, persoalan ini akan kita bawa ke Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Kelautan dan Kehutanan. Karena ini jelas-jelas perusakan lingkungan," tandasnya.

Baca Juga: Jadi Tempat Sandar Kapal Tongkang PT Arara Abadi, Ekosistem Pulau Untut Rusak

Baca Juga: Pulau Untut Jadi Pelabuhan Sandar Ilegal

Sambungnya, dalam waktu dekat dewan akan menjadwalkan kembali pemanggilan perusahaan terkait pertangung jawaban perusahaan.

"Kita akan meminta PT Arara Abadi dan PT WKS membangunan penambatan kapal tersendiri tanpa merusak alam," pungkas Suprianto, Jumat (3/2/2017).*** #PELALAWAN

Kategori:PON
wwwwww