Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Mencuatnya Kasus Penganiayaan Anak di Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru, Komisi VIII DPR RI Direncanakan Tiba di Kota Bertuah Esok

Mencuatnya Kasus Penganiayaan Anak di Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru, Komisi VIII DPR RI Direncanakan Tiba di Kota Bertuah Esok
Panti Asuhan Tunas Bangsa, jalan Bukit Rahayu, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru dipasangi policeline terkait tewasnya balita 18 bulan (foto: barkah/goriau.com)
Rabu, 08 Februari 2017 17:08 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Pasca mencuatnya kasus penganiayaan di panti milik Yayasan Tunas Bangsa yang menewaskan balita berusia 18 bulan, Komisi VIII DPR RI berencana akan datang ke Polresta Pekanbaru, Kamis (9/2/2017) esok.

Komisi yang membidangi Agama, Sosial dan Pemberdayaan Perempuan yang diketuai oleh Ali Taher Parasong itu akan datang untuk bertemu langsung dengan pemilik yayasan, LN alias Lili yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Ady Wibowo, saat dikonfirmasi terkait kedatangan Komisi VIII DPR RI itu, Rabu (8/2/2017) membenarkan hal tersebut. "Iya, semua 15 orang. Dari DPR RI, sekitar tiga atau empat orang termasuk Ketua Komisi VIII, soal Yayasan Tunas Bangsa," jawabnya kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

"Jadwalnya, siang besok sudah sampai di sini (Pekanbaru). Tapi kita belum bisa pastikan, apakah mereka juga akan bertemu dengan tersangka atau tidak," sambungnya.

Sampai saat ini, Polresta Pekanbaru baru menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya M Zikli, balita laki-laki berusia 18 bulan yang diduga dianiaya oleh pengasuh saat berada di panti asuhan Tunas Bangsa, jalan Bukit Rahayu, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Pemilik sekaligus ketua Yayasan Tunas Bangsa Pekanbaru, LN alias Lili ditetapkan sebagai tersangka karena bertanggung jawab penuh atas kematian M Zikli. Selain itu, Ia saat ini ditahan karena bersikap tidak kooperatif.

BACA JUGA:

. Banyak Kejanggalan dan Tak Sesuai Prosedur, Polisi Selidiki Proses Penitipan Anak di Panti Yayasan Tunas Bangsa Pekanbaru

. Keberadaannya Tak Diketahui, Adik Perempuan M Zikli Berusia 9 Bulan Diduga Juga Dititipkan ke Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru

Saat menjalani pemeriksaan, Lili selalu memberikan keterangan berbelit kepada penyidik PPA Polresta Pekanbaru, bahkan Ia sempat menyembunyikan 17 anak pantinya, diduga karena tidak ingin perbuatannya selama ini terbongkar.

Namun, 17 anak yang rata-rata berusia 1 tahun hingga 10 tahun itu sudah berhasil dievakuasi dan berada di rumah aman Dinas Sosial (Dissos) Kota Pekanbaru, untuk pemulihan trauma dan psikisnya.***

wwwwww