Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

Tak Punya Kaki, Bocah Kelas I SD Ini Berjalan ke Sekolah 4 Kilometer Gunakan Tangan Mungilnya, Bercita-cita Jadi Polisi

Tak Punya Kaki, Bocah Kelas I SD Ini Berjalan ke Sekolah 4 Kilometer Gunakan Tangan Mungilnya, Bercita-cita Jadi Polisi
Najib bersalaman dengan seorang polisi. (dream)
Jum'at, 10 Februari 2017 14:02 WIB
JEMBER - Kisah bocah yang masih duduk di bangku kelas I SDN Kamal, Kabupaten Jember, Jawa Timur.ini, sangat inspiratif. Bocah bernama Ahmad Najib Tarjudin ini tetap bersemangat ke sekolah, meskipun tidak memiliki kaki.

Najib hidup bersama ibunya, Nipa, di Dusun Kopang RT 03 RW 08. Meski hidup dengan kondisi serba kekurangan, Nipa tak menyerah. Dia terus memberi nasihat kepada putra bungsu dari tiga bersaudara itu.

''Mungkin ini sudah menjadi takdir untuk anak saya yang mempunyai kekurangan fisik sejak lahir. Tetapi saya terus berupaya memberikan motivasi agar Najib tidak malu dan tetap bersekolah,'' kata Nipa, dilansir dari laman Suara Jatim Post, Kamis (9/2).

Nipa menjelaskan, setiap hari Najib berangkat ke sekolah yang berjarak sekitar empat kilometer dari rumah. Karena tak punya kaki, Najib menggunakan keduanya untuk berjalan ke mana-mana, termasuk untuk pergi dan pulang sekolah.

Najib selalu semangat belajar karena ingin menjadi pintar dan berharap kelak dirinya bisa menjadi polisi.

Di sekolah, Najib brmain bersama teman sebayanya, tanpa ada rasa minder. Kondisi itu dia tunjukkan saat mengikuti upacara bendera, Senin, 23 Januari 2017.

Kondisi itu pula yang membuat hati Bhabinkamtibmas Polsek Arjasa, Polres Jember, Aiptu Totok Yuniar Susanto yang saat menjadi Inspektur Upacara Bendera luluh.

''Mudah-mudahan Ahmad Najib menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan orangtuanya, Amin!'' kata totok, di Instagram Divisi Humas Mabes Polri.

''Meskipun penyandang difabel sejak lahir, ia sangat antusias dan semangat mengikuti upacara bendera di sekolah.'' ***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Badminton
wwwwww