Anggarkan Rp432 Miliar, Jakpro Dinilai Bebankan Negara dalam Proyek Pembelian Rolling Stock LRT
![]() |
| Ilustrasi. |
Penulis: Muslikhin Effendy
Meskipun Jakpro sendiri berdalih menggunakan dana perusahaan, dimana pihak Jakpro menyiapkan anggaran sebesar Rp423 miliar, bukan dari anggaran pemerintah.
Namun menurut data dari Center for Budget Analysis, anggaran tersebut nantinya tetap harus ditanggung negara, termasuk jika terjadi kerugian karena nilai kontrak yang ditetapkan tidak sesuai dengan harga standar atau “kemahalan”.
"Selain kemahalan juga ada dugaan Mark Up dalam pengadaan ini. Jadi jakpro, jangan bergelap-gelap dalam terang dalam proyek rolling stock," ujar Jajang Nurjaman selaku Koordinator Investigasi CBA, Jumat (13/7/2017).
Proyek LRT yang merupakan proyek strategis nasional dengan anggaran 27 triliun itu, terdiri dari Rp 23,3 triliun untuk pra sarana (pembangunan jalur kereta api), dan Rp 4 triliun untuk sarana seperti rolling stock atau rangkaian kereta seharusnya diawasi dengan ketat.
"Kami Center for Budget Analysis (CBA) mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pemanggilan terhadap pihak Jakpro guna mereview kontrak rolling stock," tandasnya.
"Jangan sampai kerjasama pembelian rolling stock yang dilakukan hanya mengutamakan targetan waktu pengerjaan dan mengesampingkan efisiensi anggaran," pungkasnya. ***
| Kategori | : | Badminton, PON, Voli, DKI Jakarta |













