Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
14 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Kesehatan

Wabah Kolera Ancam Jamaah Haji

Wabah Kolera Ancam Jamaah Haji
Jamaah haji melakukan tawaf. (tempo.co)
Sabtu, 15 Juli 2017 07:54 WIB
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, wabah kolera yang menyerang Yaman dan telah menginfeksi lebih dari 332 ribu orang berpotensi menyebar pada musim ibadah haji di Arab Saudi, September mendatang.

WHO mengatakan bahwa ibadah haji yang dilakukan sekitar 4 juta Muslim setiap tahun, termasuk sekitar 2 juta orang asing, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah, demam kuning, virus Zika dan penyakit meningokokus serta kolera.

Dominique Legros, seorang ahli kolera WHO, mengatakan bahwa meskipun Arab Saudi belum mengalami wabah kolera, penyebarannya tetap harus diantisipasi.

''Jangan lupa bahwa hari ini kita berbicara tentang Yaman, tapi Arab Saudi akan menerima jemaah dari banyak negara endemik. Pada dasarnya kondisi kehidupan dan akses terhadap air harus dalam kondisi higienis,'' kata Legros, seperti yang dilansir Reuters, Junat, 14 Juli 2017.

Begitu terkena, kolera bisa membunuh dalam hitungan jam jika pasien tidak segera mendapat pengobatan. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyalahkan pihak-pihak yang berperang di Yaman dan sekutu internasional mereka, termasuk Arab Saudi.

Perang tersebut memicu wabah kolera, membuat jutaan orang lebih dekat dengan kelaparan, dan terhadalang terhadap akses bantuan.

WHO telah meluncurkan program perawatan darurat, berdasarkan sisa-sisa sistem kesehatan Yaman yang hancur, untuk mencoba menghentikan penyebaran penyakit ini.

Jumlah kasus baru terus meningkat sekitar 6.000 per hari, namun jumlah kematian tampaknya melambat secara dramatis.

Tingkat kematian telah merosot dari 20-40 dalam beberapa pekan terakhir menjadi rata-rata sembilan per hari selama enam hari terakhir.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Badminton, PON
wwwwww