Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

5 Kementerian Layak Direshuffle Jokowi, Termasuk Menteri Pariwisata Arief Yahya

5 Kementerian Layak Direshuffle Jokowi, Termasuk Menteri Pariwisata Arief Yahya
Ilustrasi.
Senin, 17 Juli 2017 17:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Salah satu pertimbangan yang dapat menjadi rujukan Presiden Jokowi dalam melakukan perombakan di tubuh kementerian yang dipimpinnya, adalah terkait daya serap anggaran masing-masing kementerian.

Lambatnya penyerapan anggaran mengindikasikan instansi kementerian tidak punya konsep perencanaan yang matang, jelas dan terukur.

Tidak adanya konsep perencanaan penggunaan anggaran secara ril tentu akan berdampak pada munculnya sejumlah kesulitan dalam mengarahkan penggunaan anggaran.

Hal ini diungkapkan Jajang Nurjaman selaku Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) kepada GoNews.co, Senin (17/7/2017). "Dengan penggunaan yang tidak tepat sasaran, akibatnya daya serap anggaran juga minim," ujarnya.

Hal tersebut kata dia, jelas tidak sesuai dengan pola kerja Jokowi, yang menuntut masing-masing menterinya bekerja dengan maksimal, termasuk dalam penggunaan dan pemanfaatan anggaran.

Berdasarkan pertimbangan di atas, Center for Budget Analysis (CBA) menilai terdapat beberapa kementerian yang layak direshuffle karena daya serap anggarannya dalam semester 1 tahun anggaran 2017 rendah.

5 Kementerian tersebut adalah:

1. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) daya serap 7,3 persen setara Rp229,5 miliar.

2. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) daya serap 15,8 persen setara Rp1,4 triliun.

3. Kementerian Perdagangan (Kemendag) daya serap 16,1 persen setara Rp554,6 miliar.

4. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) daya serap 19,1 persen setara Rp728,5 miliar.

5. Kementerian Tenaga Kerja (Kemennaker) daya serap 22,6 persen setara Rp783,5 miliar. ***

wwwwww