Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Terlambat Jawab Pesan Dirut karena Shalat, Pegawai Transjakarta Diberi SP3

Terlambat Jawab Pesan Dirut karena Shalat, Pegawai Transjakarta Diberi SP3
Mulyono, karyawan PT Transjakarta yang diberi sanksi SP3 dan diturunkan jabatannya karena terlambat menjawab pesan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono. (tempo.co)
Selasa, 18 Juli 2017 21:32 WIB
JAKARTA - Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono memberikan sanksi surat peringatan ketiga (SP3) kepada pegawai Transjakarta, Mulyono, gara-gara Mulyono terlambat menjawab pesan dari Budi karena sedang shalat.

''Waktu itu saya sedang shalat dan mendapat pesan dari direktur utama,'' kata Mulyono saat ditemui Tempo di Kantor Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Senin, 17 Juli 2017.

Mulyono mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 18 Desember 2016.

 Ketika itu Mulyono bekerja di bagian Command Center Transjakarta. Tugasnya adalah memantau setiap halte melalui layar di Command Center. Mereka harus bertugas secara cepat dengan segala risiko.

Saat itu, kata Mulyono, Budi Kaliwono sedang menanyakan kepadatan penumpang di sejumlah halte di Jakarta. Budi menanyakan itu di sebuah grup aplikasi Whatsapp. Namun Mulyono tak merespons cepat karena sedang shalat.

Sedangkan tabletnya sedang dititipkan pada temannya. Sementara Mulyono masih shalat di dalam ruangan kerjanya. Seusai shalat, rekannya memanggil-manggi Mulyono bahwa Budi Kaliwono mencarinya dan menanyakan kepadatan penumpang.

''Ketika tahu, saya langsung menjawab, namun Direktur Operasional PT Transjakarta menelepon saya sambil marah-marah,'' ucap Mulyono.

Mulyono menjelaskan bahwa dirinya sedang shalat beberapa menit. ''Dia bilang, ‘banyak alasan kamu, besoknya sudah dikirim nota SP3’,'' kata Mulyono menirukan Direktur Operasionalnya.

Mulyono mengaku heran, mengapa perusahaan memberi sanksi padanya, padahal sedang menjalankan ibadah. Karena pelanggaran itu ia sempat di-nonjobkan dari jabatannya. Hingga akhirnya Mulyono turun pangkat, kembali menjadi petugas di lapangan.

Cerita ini kemudian diketahui oleh Ketua Fakta, Azas Tigor Nainggolan. Tigor kemudian memposting cerita Mulyono itu ke akun Facebooknya. Tigor heran kenapa orang salat bisa diberi  disanksi.  ''Coba kita pikir baik-baik, kok orang salat dianggap pelanggaran kerja dan dihukum,'' ucap Tigor.

Tigor memprotes kesewenang-wenangan Budi Kaliwono itu ke Facebook. Menurut Mulyono, ada banyak respons dari masyarakat, bahkan dari manajemen Transjakarta. Kata Tigor, ada banyak pelanggaran yang dilakukan perusahaan, termasuk tidak mengangkat karyawan lama sebagai karyawan tetap.

Postingan Tigor itu membuat perusahaan khawatir, hingga akhirnya memanggil Mulyono. Kata Mulyono kepada Tempo, pihak PT Transjakarta meminta maaf karena memberi sanksi SP3. ''Sore ini saya juga ditunggu Dirut Budi Kaliwono untuk diajak ketemu,'' ucap Mulyono.

Pihak PT Transjakarta belum bisa dikonfirmasi terkait dengan peristiwa tersebut. Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo tak mengindahkan pesan maupun panggilan yang dilakukan ke nomor ponselnya. Begitu dengan nomor Budi Kaliwono, tidak bisa dihubungi.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Badminton, PON, DKI Jakarta
wwwwww