Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton
Internasional

Kutuk Kebrutalan Pasukan Israel, Muhammadiyah Serukan Muslim Galang Solidaritas Palestina

Kutuk Kebrutalan Pasukan Israel, Muhammadiyah Serukan Muslim Galang Solidaritas Palestina
Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel usai melaksanakan Shalat Jumat di jalan menuju kompleks Masjid Aqsha yang diblokir polisi Israel di Kota Tua Yerusalem, Jumat (21/7). (republika.co.id)
Senin, 24 Juli 2017 13:52 WIB
JAKARTA - PP Muhammadiyah mengutuk aksi brutal pasukan Israel yang telah menewaskan lima orang melukai ratusan warga Palestina di komplek Masjid Al-Aqsa dalam sepuluh hari terakhir.

PP Muhammadiyah meyakini dunia Islam tidak akan diam melihat kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kepada rakyat Palestina.

''Karena itu PP Muhammadiyah mendesak kepada seluruh umat Islam untuk menggalang solidaritas Islam bagi bangsa dan rakyat Palestina," kata Ketua Bidang Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Bahtiar Effendy kepada republika.co.id, Senin (24/7).

Ia mengatakan, merebaknya kekerasan di komplek Masjid Al-Aqsha berpotensi memperburuk krisis Palestina-Israel. Krisis bermula dari pemasangan alat pemindai metal di Gerbang Singa menuju komplek Haram Al-Sharif dan Masjid Al-Aqsha.

''Pemasangan alat pemindai metal sebagai respon atas penembakan tiga pemuda Arab-Israel yang menewaskan dua polisi Israel ini memicu protes besar-besaran dari kaum Muslim di Tepi Barat,'' ujarnya.

Ia menerangkan, pemasangan alat pemindai metal tersebut dianggap sebagai perluasan sepihak kekuasaan Israel di kawasan Masjid Al-Quds. Sebab, seharusnya kawasan Masjid Al-Quds berstatus bebas akses bagi kaum Muslim untuk menjalankan ibadah di dalamnya.

Prof Bahtiar menegaskan, PP Muhammadiyah mendesak Israel untuk menghormati Hukum Internasional dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Serta mendesak untuk tidak mengubah status quo Masjid Al-Aqsha yang dapat diakses oleh kaum Muslim untuk beribadah dan ziarah.

''Kebrutalan yang terus menerus dilakukan Israel terhadap Palestina hanya akan memunculkan reaksi balik yang pada akhirnya hanya akan menambah eskalasi radikalisme dunia,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Badminton, PON
wwwwww