Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Komisi X DPR: Satlak Prima Harus Dapat Deskresi Seperti INASGOC

Komisi X DPR: Satlak Prima Harus Dapat Deskresi Seperti INASGOC
Ketu Komisi X DPR, Teuku Riefky saat memberikan sambutan. (Azhari/GoNews.co)
Rabu, 26 Juli 2017 09:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pemerintah diminta tidak hanya memberikan perlakuan khusus kepada panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dalam mensukseskan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang, 18 Agustus-hingga 2 Septemner 2018 mendatang.

Tetapi, perlakuan yang sama juga harus diberikan terhadap Satlak Prima dalam menjalankan program peningkatan prestasi atlet untuk mencapai target 10 besar di Asjan Games 2018. 

"Komisi X DPR RI mendukung pemerintah yang menginginkan suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018 dengan memberikan deskresi (kemudahan) kepada INASGOC karena menyangkut nama baik bangsa dan negara. Tetapi, pemerintah juga harus memberikan perlakuan yang sama kepada Satlak Prima agar target kontingen Indonesia masuk 10 besar di Asian Games 2018 bisa tercapai," kata Ketua Komisi X DPR-RI, Teuku Riefky pada acara pertemuan Komisi X DPR-RI dengan INASGOC di Gedung Serbaguna Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Adanya deskresi yang diberikan kepada INASGOC melalui Keputusan Presiden (Keppres) dan Peraturan Presiden (Perpres), kata Teuku Riefky, secara otomatis memperlancar tugas panitia INASGOC. 

"Harusnya kelancaran tidak hanya dimiliki INASGOC tetapi Satlak Prima juga mendapatkannya. Jangan sampai terjadi gaji panitia lancar tetapi gaji atlet tertunda. Padahal, atlet itu lah yang sangat berperan dalam pencapaian target prestasi di Asian Games 2018. Dalam hal ini, pemerintah harus fair, bijak dan berkeadilan," katanya. 

Menurut Teuku Riefky, perjuangan untuk mencapai target 10 besar pada Asian Games 2018 tidak gampang karena persaingan dipastikan sangat ketat. Untuk itu, katanya, biaya yang dibutuhkan juga tidak sama dengan persiapan SEA Games 2017.

"Tidak ada salahnya jika pengajuan anggaran Satlak Prima lebih diperhatikan Kemenpora. Alalagi, kita juga mendungnya," katanya. 

Penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018 tertuang dalam Keppres Nomor 15 tahun 2017 tentang pembentukan panitia nasional INASGOC dan Perpres No 48 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww