Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
19 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
21 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
19 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
19 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bawa Batubara Ilegal, Bakamla RI Tangkap Kapal Tongkang di Paser, Kaltim

Bawa Batubara Ilegal, Bakamla RI Tangkap Kapal Tongkang di Paser, Kaltim
Foto: istimewa.
Kamis, 27 Juli 2017 19:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PASER - Badan Keamanan Laut RI ( Bakamla RI ) berhasil  menangkap kapal tongkang Robby 221 di Perairan Pelabuhan Pondong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (27/7/2017).

Kapal  yang ditarik dengan tug boat Bloro 1 tersebut ditangkap karena membawa batu bara illegal sebanyak 5.500 MT.

Kepala Penindakan Hukum Bakamla RI, Brigadir Jenderal Polisi Frederik Kalalembang yang langsung memeriksa kapal bersama dengan Direktur Operasi Laut, Laksma TNI Rahmad Eko mengungkapkan, bahwa batu bara tersebut rencananya akan dibawa ke Samarinda yang selanjutnya akan ditampung dikapal Mother vessel MV.Glovis Desire  yang saat ini sedang lego jangkar di perairan Muara Berau.

"Saat dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut tidak dapat mempeihatkan dokumen Aslinya kepada petugas Ops Gabungan Nusantara Bakamla 2017 dan diduga asal Batu Bara tersebut tidak  sesuai dengan yang tertera difoto copy dokumen yang diperlihatkan. Makanya kita tangkap," kata Frederik dalam keterangannya persnya, Kamis (27/7/2017).

Ia menambahkan, petugas saat ini sedang melakukan pengembangan dengan mencari tahu asal usul dokumen Batu Bara tersebut yang berasal dari Koperasi Pertambangan Mupakat Taka.

"Sementara kapal akan diadhock  ke Dit Polairud Polda Kaltim di Balikpapan untuk dilakukan proses lebih lanjut. Ada pun pasal yang dilanggar dalam hal ini adalah pasal 158 UU No.4 Tahun 2009  tentang pertambangan meniral dan batu bara," pungkas Frederik.

Terkait penangkapannya sendiri lanjut dia dilakukan Oleh Kapal Polair KP Robin XII yang dinakhodai oleh Brigadir Satrio Utomo yang tergabung dalam Operasi Gabungan Nusantara Bakamla 2017. ***


wwwwww