Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
14 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
15 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
14 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
5
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
13 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
14 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Internasional

Israel Cabut Kamera Pengawas, Mufti Yerusalem Imbau Kembali Shalat di Masjid Al-Aqsa

Israel Cabut Kamera Pengawas, Mufti Yerusalem Imbau Kembali Shalat di Masjid Al-Aqsa
Umat Islam shalat di luar Masjid Al-Aqsa. (merdeka.com)
Kamis, 27 Juli 2017 21:46 WIB
YERUSALEM - Israel sudah mencabut semua alat pengaman di kompleks Masjid Al-Aqsa. Mufti Yerusalem Muhammad Hussein mengumumkan boikot warga muslim terhadap Kuil Bukit telah berakhir hari ini.

''Semua sudah kembali seperti sedia kala, jadi kami akan salat di Al-Aqsa,'' kata dia kepada stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (27/7).

Warga muslim menolak masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa sejak aparat keamanan Israel memasang alat pemindai logam dan kamera pengawas pada 14 Juli lalu menyusul insiden penembakan yang menewaskan tiga pemuda Palestina dan dua polisi Israel.

Sejak 14 Juli itu mereka berkeras shalat di luar masjid sebagai bentuk protes terhadap Israel.

Hussein mengumumkan pernyataannya tak lama setelah polisi Israel mengatakan semua kamera pengawas yang memicu protes di Yerusalem dan Tepi Barat sudah dicopot.

''Polisi mengembalikan kondisi keamanan seperti sebelum terjadi serangan di Haram al-Sharif pada 14 Juli,'' ujar juru bicara kepolisian ISrael Luba Samiri kepada kantor berita AFP.

Haram al-Sharif adalah nama yang dipakai warga muslim untuk Kuil Bukit atau Temple Mount.

''Laporan terbaru menunjukkan semua pengamanan yang dipasang di luar masjid Al-Aqsa telah dicopot,'' kata Abdul Azeem Salhab, kepala Waqf, lembaga Yordania yang mengelola Masjid suci ketiga umat Islam itu.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa

wwwwww