Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

KPU Sumut Berupaya Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilgubsu 2018

KPU Sumut Berupaya Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilgubsu 2018
Rabu, 16 Agustus 2017 18:45 WIB
Penulis: Sarla
MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut terus berupaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilgubsu 2018 mendatang.

Komisioner KPU Sumut Divisi Teknis, Benget Silitonga mengatakan tingkat partisipasi pemilih saat Pilgubsu 2013 lalu hanya 48 persen. Diakuinya, hal itu menjadi pembicaraan dan pembahasan ditingkat nasional.

"Tentu partisipasi pemilih sebesar 48 persen menjadi perhatian serius kami sebagai penyelenggara. Kejadian serupa tidak ingin itu terulang kembali, maka dari itu butuh kerja keras, KPU Sumut tidak ingin di Bully ditingkat nasional karena minimnya tingkat partisipasi kembali terulang di Pilgubsu 2018," kata Benget saat menjadi pembicara di acara diskusi menjelang tahapan Pilgubsu di KPU Medan.

Benget menyebut ada beberapa penyebab tingkat partisipasi pemilih rendah yakni persoalan teknis dan persoalan non teknis. Dimana, persoalan teknis terjadi karena masyarakat tidak terdaftar sebagai peserta.

Sedangkan persoalan non teknis yakni munculnya rasa pesimis masyarakat terhadap pemimpin yang akan dipilih nanti.

"Sebagai penyelenggara kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat yang memenuhi syarat tercatat dan masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT). Ketika masyarakat tidak mau memilih karena berbagai hal, itu sudah urusan pilihan. Menggunakan hak suara saat pilkada atau Pemilu itu bukan sebuah kewajiban, tapi adalah pilihan, ketika pilihannya tidak memilih, maka harus dihargai," tuturnya.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan, Olympic, PON
wwwwww