Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Pengakuan Mengejutkan Pimpinan Dayah yang Cabuli Santri di Aceh Utara

Ini Pengakuan Mengejutkan Pimpinan Dayah yang Cabuli Santri di Aceh Utara
Polisi saat memperlihatkan tersangka kepada sejumlah wartawan di Polres Aceh Utara, Kamis (28/9/2017). [Jamaluddin Idris]
Kamis, 28 September 2017 14:27 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris

LHOKSUKON - TM (50) pimpinan salah satu dayah di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara yang menyerahkan diri ke polisi mengakui telah menggauli santriwatinya sebanyak 2 kali.

Hal tersebut diungkapkan TM dalam konferensi pers di Satuan Reskrim Polres Aceh Utara, Kamis (28/9/2017). Dia berharap para pemimpin dayah lain di kabupaten itu agar tidak meniru perbuatan bejatnya.

"Kalau dibilang saya mencabuli santri-santri lain itu fitnah. Saya hanya dengan Bunga (korban) sebanyak 2 kali. Saya menyesal atas perbuatan yang telah saya lakukan ini dan saya siap menjalani hukuman sesuai hukum yang berlaku," kata TM dihadapan sejumlah wartawan.

TM mengatakan, sejauh ini ia tidak melarikan diri dari kejaran polisi. "Saya tidak lari. Selama ini saya ke Banda Aceh operasi anak saya. Selesai di sana, saya langsung serahkan diri ke polisi," ungkap TM.

Menyangkut kasus ini, TM juga berharap agar pihak keluarga korban dapat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

"Saya berharap juga kasus ini ada penyelesaian dengan keluarga korban. Saya ingin bertemu dengan keluarga korban menyelesaikan secara kekeluargaan," ucapnya lagi.

Menyangkut kepemilikan narkotika jenis ganja yang ditemukan polisi, TM juga mengaku itu miliknya. "Benar, ganja itu milik saya. Saya hanya menggunakannya untuk menambah nafsu makan, jikapun tidak ada tidak masalah juga," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan, berkas kasus pencabulan tersebut akan diselesaikan.

Baca: Pimpinan Dayah yang Diduga Cabuli Santri di Aceh Utara Serahkan Diri ke Polisi

"Menyangkut kepemilikan ganja, nanti kita kembangkan kembali. Tetapi kalau untuk tersangka, kita jerat pasal UU Perlindungan Anak," kata Rezki Kholiddiansyah.

Diberitakan sebelumnya, TM ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus dugaan pencabulan terhadap santriwatinya yang masih berusia 17 tahun. Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga korban membuat laporan ke Polsek Tanah Luas.

Kategori:Badminton, PON
wwwwww