Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Pertumbuhan Ekonomi Sumut Semester II-2017 Diharapkan di Atas 5%

Pertumbuhan Ekonomi Sumut Semester II-2017 Diharapkan di Atas 5%
Gunawan Benjamin
Kamis, 28 September 2017 20:29 WIB
Penulis: Anita
MEDAN - Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada semester II-2017 diharapkan membaik. Sebab, pertumbuhan pada semester I melemah.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengungkapkan, pada semester I pertumbuhan ekonomi hanya 4,8%. Capaian ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mampu mencapai 5,08%.

"Kalau dilihat pertumbuhan per semesternya, semester I tahun 2017 menunjukkan pelemahan dibandingkan dengan semester yang sama tahun lalu. Hal ini menjadi indikasi yang kuat bahwa daya beli masih bermasalah di Sumut," ungkap Gunawan, Kamis (28/9/2017).

Diutarakan dia, meski demikian laju pertumbuhan ekonomi Sumut di kuartal kedua mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 5,09%. Dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 4,5%.

Tentunya, ini kabar yang baik di tengah ekspektasi memburuknya kinerja perekonomian Sumut, seiring dengan masih melemahnya harga komoditas unggulan di wilayah ini.

"Kalau mengacu kepada data ekspor yang membaik, memang dibantu dengan membaiknya kinerja perekonomian di sejumlah negara seperti China dan India yang memang mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun ini. Tetapi, dengan ekspor yang mengalami kenaikan tersebut belum diikuti dengan harga yang mumpuni," kata ekonom dari UIN Sumut ini.

Ia mengemukakan, ekspektasi hingga akhir tahun ini perekonomian Sumut seharusnya mampu diakselerasi lebih baik lagi. Kuncinya ada diakselerasi penyerapan belanja pemerintah.

"Kita tidak bisa sepenuhnya bersandar kepada belanja pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur untuk menggenjot pertumbuhan di atas 5%. Karena, selama ini belanja investasi dalam skala besar tersebut memang menyelamatkan perekonomian Sumut dari potensi pelemahan yang lebih dalam. Akan tetapi, ketergantungan Sumut dengan perubahan ekonomi di sejumlah negara lain membuat akselerasi pertumbuhan ke depan rawan terganggu," ujarnya.

Ditambahkan Gunawan, dorongan perkembangan industri di wilayah ini belum mampu mengandalkan sektor manufakturnya. Sebab, sejauh ini pembangunan yang dilakukan masih terfokus kepada perbaikan pondasi ekonomi yang kuat dengan mengupayakan ketersediaan infrastruktur yang lebih mumpuni.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi, Olympic, PON
wwwwww