Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
18 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
15 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
15 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
19 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Kemenpar Tak Bisa Diandalkan, DPR: Pemda Harus Fokus Kembangkan Pariwisata Daerahnya

Kemenpar Tak Bisa Diandalkan, DPR: Pemda Harus Fokus Kembangkan Pariwisata Daerahnya
Istimewa.
Jum'at, 06 Oktober 2017 14:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Abdul Fiki Faqih selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam kegiatan Bimbingan Teknis Sinkronisasi Promosi Pariwisata Pasar Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, Jumat (6/10). Dirinya mengatakan pemerintah daerah tidak boleh hanya mengandalkan Kementerian Pariwisata.

Ia mendorong, agar pemerintah daerah fokus pada potensi kota dan kabupaten setempat dalam pengembangan pariwisata lokal.

Terdapat tiga kunci dalam pengembangan destinasi pariwisata, yakni Amenitas, Aksesibilitas dan Atraksi. Menurut Fikri, jika suatu daerah tidak dapat mengandalkan ketiga kunci tersebut, maka pemerintah daerah perlu memfokuskan pada salah satunya. Ia mencontohkan, dari segi atraksi, Kota Tegal terbilang kurang unggul jika dibandingkan dengan kota/kabupaten di sekitarnya. Untuk itu, ia menyarankan agar Kota Tegal mengunggulkan aspek amenitas.

"Infrastruktur di Kota Tegal sudah cukup memadai, misalnya ketersediaan hotel berbintang yang jumlahnya lebih banyak daripada di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes," imbuhnya.

Selain mengunggulkan salah satu kunci tersebut, yang juga penting menurut anggota legislatif dari Dapil Jawa Tengah IX ini adalah membangun kerjasama dengan pemda sekitar.

"Membangun pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerjasama dengan daerah sekitar," tandasnya.

Ia menyoroti belum ada kerjasama yang baik dalam membangun pariwisata di tiga kota dan kabupaten yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes yang merupakan daerah pemilihannya tersebut. Fikri mencontohkan hal tersebut belum terlihat dalam proyek berkelas internasional, Museum Semedo di Kabupaten Tegal.

Fikri mendorong agar pemerintah daerah di Dapilnya tersebut bersiap untuk mengambil peluang pariwisata yang akan makin terbuka nantinya dengan hadirnya Bandara Internasional Kertajati yang hanya berjarak sekitar 81 kilometer dari Tol Pejagan yang menghubungkan ke Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal itu.

Ia berharap langkah-langkah tersebut mampu mendorong jumlah wisatawan mancanegara yang saat ini baru sekitar 7 juta agar dapat memenuhi target pemerintah pada tahun 2019, yakni 20 juta wisatawan mancanegara. ***

wwwwww