Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  PON

Santri Pesantren Syaikh Rasyid Binaan BI Juara Dai se-Sumatera

Santri Pesantren Syaikh Rasyid Binaan BI Juara Dai se-Sumatera
Santri Pesantren Syaikh Rasyid Al-Mukhlishin Muhammad Alwalid MZ menerima penghargaan atas juara pidato dai cilik di Medan
Senin, 09 Oktober 2017 15:44 WIB

LHOKSEUMAWE - Tiga peserta binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe keluar sebagai juara pada Festival Ekonomi Syariah se-Sumatera di Medan, 7-8 September lalu. Satu di antaranya adalah santri Pesantren Tahfidzul Quran Syaikh Rasyid Al-Mukhlishin, Kutablang, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Menurut disampaikan Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal kepada GoAceh, Senin (9/10/2017) kegiatan tersebut digagas oleh BI untuk mensosialisasikan dan mengedukasikan manfaat dari pola-pola pengembangan ekonomi syariah terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.

Setiap KPw BI membuka stan masing-masing untuk memamerkan khas daerahnya untuk dijual. Sementara BI Lhokseumawe mambawa tas motif Aceh, makanan olahan dari Aceh, hasil kelompok binaan BI Lhokseumawe.

Selain itu sambung Yufrizal, kegiatan juga diisi dengan perlombaan, di antaranya marawis, dai cilik, lomba busana, lomba tarian, lomba entrepreneur muda, dan beberapa lomba lain. “Kita mengikuti tiga mata lomba yaitu dai cilik, kaligrafi, dan tarian Aceh,” ucapnya.

Dari tiga lomba ini, peserta binaannya mendapatkan juara 1 pada lomba dai cilik yang diraih oleh Muhammad Alwalid MZ. Dai cilik ini adalah santri dari Pesantren Syaikh Rasyid Al-Mukhlishin, Kutablang, Kota Lhokseumawe.

Sementara juara satu selanjutnya dimenang pada lomba tarian oleh Sanggar Tari Cut Mutia dengan judul tarian “Tari Tarek Pukat". Sedangkan satu lagi keluar sebagai juara dua pada lomba kaligrafi yang diraih oleh Syeh Marzawi.

Sambung Yufirzal, juara satu pada lomba ini akan dikirim ke festival ekonomi syariah tingkat nasional di Surabaya, Jawa Timur pada awal November 2017. Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Pimpinan Regional 1 Bank Indonesia untuk Sumatera, dan dihadiri seluruh KPw BI se-Sumatera, serta Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww