Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Riau

Ekspor CPO Indonesia Berkurang, Pelaku Usaha Cari Stok ke Malaysia, Imbasnya Harga Sawit di Riau Turun

Ekspor CPO Indonesia Berkurang, Pelaku Usaha Cari Stok ke Malaysia, Imbasnya Harga Sawit di Riau Turun
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 12 Oktober 2017 09:28 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Penurunan harga kelapa sawit di Provinsi Riau dipicu kurangnya panen buah segar (trek, red). Hal ini tentunya menyebabkan produksi minyak sawit mentah Indonesia berkurang.

"Lantaran nilai ekspor CPO Indonesia menurun, maka pelaku usaha mencari stok ke Malaysia," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Mutu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Dedi Yasmono kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (12/10/2017).

Selain itu, lanjut Dedi, penurunan harga CPO juga masih dipengaruhi oleh penurunan harga minyak kedelai sebagai subtitusi minyak sawit. Kondisi ini semakin memperkuat prediksi bahwa tren industri hilir CPO dalam negeri akan mengalami pergeseran harga yang berkelanjutan.

"Minyak kedelai sebagai produk subtitusi pasti berpengaruh kepada industri minyak sawit. Apa lagi pasokan minyak kedelai berlebih dan terjadi penurunan harga. Kondisi seperti ini menyeret harga CPO turun," ulas Dedi.

Untuk pekan kedua di bulan Oktober 2017 ini, ‎Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Riau memang mengalami pergeseran harga dari Rp2.012,23 turun menjadi Rp1.997,74 perkilogramnya.

"Periode 11-17 Oktober 2017, terjadi penurunan sekitar Rp14,49 per kilogram untuk umur 10-20 tahun menjadi Rp1.997,74 dengan harga CPO Rp8.169,63," tukasnya.

Adapun penetapan Harga TBS Riau pada pekan ini, sebagai berikut ; kelapa sawit umur 3 tahun sebesar Rp1.430,78; kelapa sawit umur 4 tahun Rp1.596,43; kelapa sawit umur 5 tahun Rp1.707,75; kelapa sawit umur 6 tahun Rp1.759,16; kelapa sawit umur 7 tahun Rp1.825,96. Selanjutnya, kelapa sawit umur 8 tahun Rp1.882,97; kelapa sawit umur 9 tahun Rp1.944,17; kelapa sawit umur 10 tahun-20 tahun Rp1.997,74; kelapa sawit umur 21tahun Rp1.951,05.

Kemudian, kelapa sawit umur 22 tahun Rp 1.903,61, kelapa sawit umur 23 tahun Rp1.856,92, kelapa sawit umur 24 tahun Rp1.838,10, dan kelapa sawit umur 25 tahun Rp1.762,80.  ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli
wwwwww