Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton
Opini

Pasangkan Gus Ipul-Azwar Anas, Blunder PDIP dan Untungkan Khofifah di Pilgub Jatim

Pasangkan Gus Ipul-Azwar Anas, Blunder PDIP dan Untungkan Khofifah di Pilgub Jatim
Ilustrasi by GoNews.co
Minggu, 15 Oktober 2017 17:10 WIB
Penulis: Ferry Iz Mirza
SUNGGUH keputusan "Minggu Kelabu" dan blunder Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat memasangkan Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul dengan Azwar Anas (AA) untuk maju sebagai pasangan calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) dalam pilkada Jawa Timur 2018.

Kenapa dikatakan kelabu? Pasalnya keputusan yang disampaikan langsung oleh Megawati di kantor DPP PDIP jalan Diponegoro itu, tak akan sepenuhnya bisa diterima konstituen partai berlambang banteng moncong putih yang ada di tapal kuda Mataraman dan Pantura, Jatim.

Mereka kecewa atas penetapan paslon Gus Ipul-Azwar Anas, lantaran mereka berharap PDIP akan menurunkan kader sendiri, semisal Tri Risma Harini, Djarot S Hidayat.

Karena rasa kecewa itu, saya haqul yakin, pada saat coblosan nanti, suara PDIP yang digadang-gadang bakal mendongkrak perolehan suara cagub-cawagub GI-AA, justru malah gembos. Suara mereka akan diberikan ke paslon lain.

Semua tahu bahwa GI dan AA adalah representatif NU. GI sampai hari ini adalah Ketua PB NU dan AA sebagai Ketum ISNU (Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama). Dan keduanya kader PKB.

Sementara, bisa dibilang "dibawah selimut" para kader PDIP sekarang ini sangat phobia Islam. Selain itu mereka tak pernah akur dengan NU dan PKB.

Jadi, memasangkan GI-AA untuk meraih suara banyak dari hasil gabungan dari pemilih PDIP dan PKB (kaum nahdliyin) hanyalah sebuah PHP. Inilah blunder.

Karena keputusan PDIP yang kelabu dan blunder, ini menguntungkan bagi paslon cagub cawagub lain. Terlebih, parpol pendukung paslon lain seperti Khofifah Indar Parawansa, ia akan lebih gampang meraih dukungan dari konstituen PDIP yang kecewa. Penulis, Fery IZ Mirza.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, PON, Badminton, Metropolitan, Jawa Timur
wwwwww