Pasangkan Gus Ipul-Azwar Anas, Blunder PDIP dan Untungkan Khofifah di Pilgub Jatim
![]() |
| Ilustrasi by GoNews.co |
Penulis: Ferry Iz Mirza
Kenapa dikatakan kelabu? Pasalnya keputusan yang disampaikan langsung oleh Megawati di kantor DPP PDIP jalan Diponegoro itu, tak akan sepenuhnya bisa diterima konstituen partai berlambang banteng moncong putih yang ada di tapal kuda Mataraman dan Pantura, Jatim.
Mereka kecewa atas penetapan paslon Gus Ipul-Azwar Anas, lantaran mereka berharap PDIP akan menurunkan kader sendiri, semisal Tri Risma Harini, Djarot S Hidayat.
Karena rasa kecewa itu, saya haqul yakin, pada saat coblosan nanti, suara PDIP yang digadang-gadang bakal mendongkrak perolehan suara cagub-cawagub GI-AA, justru malah gembos. Suara mereka akan diberikan ke paslon lain.
Semua tahu bahwa GI dan AA adalah representatif NU. GI sampai hari ini adalah Ketua PB NU dan AA sebagai Ketum ISNU (Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama). Dan keduanya kader PKB.
Sementara, bisa dibilang "dibawah selimut" para kader PDIP sekarang ini sangat phobia Islam. Selain itu mereka tak pernah akur dengan NU dan PKB.
Jadi, memasangkan GI-AA untuk meraih suara banyak dari hasil gabungan dari pemilih PDIP dan PKB (kaum nahdliyin) hanyalah sebuah PHP. Inilah blunder.
Karena keputusan PDIP yang kelabu dan blunder, ini menguntungkan bagi paslon cagub cawagub lain. Terlebih, parpol pendukung paslon lain seperti Khofifah Indar Parawansa, ia akan lebih gampang meraih dukungan dari konstituen PDIP yang kecewa. Penulis, Fery IZ Mirza.
| Editor | : | Muslikhin Effendy |
| Kategori | : | Olympic, PON, Badminton, Metropolitan, Jawa Timur |













