Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Sepakbola Indonesia Berduka, Kiper Terbaik Meninggal Dunia

Sepakbola Indonesia Berduka, Kiper Terbaik Meninggal Dunia
Chairul Huda. (istimewa)
Minggu, 15 Oktober 2017 18:00 WIB
JAKARTA - Choirul Huda dipastikan meninggal dunia, setelah sebelumnya berbenturan dengan rekan satu tim di laga melawan Semen Padang.

Kabar duka menyelimuti sepakbola nasional. Itu setelah, dipastikannya kiper senior Choirul Huda mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soegiri, Lamongan, Minggu (15/10) petang.

Sebelumnya, Huda yang tampil di laga melawan Semen Padang, sempat terkapar lebih dulu setelah berbenturan dengan rekan satu timnya bek Ramon Rodrigues, saat mencoba menghalau bola yang sedang digiring pemain Semen Padang, pada masa injury time babak pertama. 

Sempat meringis, tiba-tiba kiper berusia 38 tahun itu jatuh pingsan sehingga langsung dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans. Namun, Huda akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.15 WIB.

Berdasarkan pantauan koresponden Goal Indonesia, Hamzah Arfah, saat ini seluruh rombongan tim Persela sudah berada di rumah sakit. 

Air mata pun mengalir setelah mereka mengetahui bahwa sang kapten tim telah mengembuskan nafasnya yang terakhir.

Huda bisa dibilang adalah legenda dari Persela. Mengingat, sepanjang kariernya dia hanya membela klub berjulukan Laskar Joko Tingkir tersebut. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:goal Indonesia
Kategori:Badminton, Olympic, Non Olympic, Jawa Timur
wwwwww