Pria yang Ditembak Aparat di Kantor BNN Riau Dipastikan Bukan Orang Suruhan, Berikut Motif Aksi Nekatnya
![]() |
| Foto ilustrasi (Diambil dari Internet) |
Penulis: Chairul Hadi
Usut punya usut, aksi bikin onar yang dilakukan pria 35 tahun tersebut bukan karena disuruh orang lain alias disengaja, melainkan spontanitas. Ditambah pula AK ternyata seorang pengguna berat Narkotika, sehingga dirinya kerap lepas kendali dan sulit dikontrol tingkah lakunya.
Kepala BNN Provinsi Riau Brigjen M Wahyu Hidayat melalui Kabid Pemberantasan AKBP Haldun menjelaskan, aksi AK diduga efek dari Narkoba yang dikonsumsinya. "Kita dalami, ternyata tidak suruhan orang, mungkin murni karena halusinasi," jawabnya kepada GoRiau.com, Senin siang.
Selain itu, AK juga bukan seorang pengedar atau bandar Narkoba, namun hanya sebatas pengguna. Kepastian tersebut juga diperoleh setelah petugas BNN Riau menginterogasi adik AK bernisial RK. "Kata adiknya, dua bulan ini pemikiran AK sering tidak terarah," sambung Haldun.
Tim dari bidang Pemberantasan kini sedang menyelidiki, dari mana AK mendapatkan Narkoba yang kerap dikonsumsinya itu. Tak tanggung-tanggung, hasil tes urine yang dijalani pria tersebut menunjukkan kalau ia pengguna Sabu, Ekstasi dan daun Ganja.
Sedangkan hasil tes urine adiknya (RK) dinyatakan negatif sebagai pengguna Narkotika. Pertanyaannya, kenapa AK bisa mengamuk di kantor BNN Riau dan hampir menyerang petugas? Kata Haldun, beberapa jam sebelum itu AK sempat marah-marah di rumahnya, lalu minta ke luar dengan sang adik.
"Pergi sama adiknya pakai mobil, sempat mau ke Polda, tapi akhirnya ke kantor kita (BNN Riau, red). Dia turun kemudian foto-foto. Ditanyain sekuriti katanya mau ketemu kepala BNN Riau. Karena hari libur, disuruh datang lagi Senin, namun dia menolak," ungkapnya.
AK sempat memukul meja dan menendang kaca. Karena sudah tidak kondusif, sekuriti akhirnya menghubungi petugas BNN lainnya. Dalam waktu singkat aparat tiba dan memberi peringatan kepadanya. Bahkan tiga tembakan peringatan ke udara juga tidak digubris oleh AK.
"Tembakan ke atas tiga kali sebagai peringatan, tapi tidak dihiraukan. Ditambah gelagatnya, tangan yang bersangkutan kebelakang, seperti mau ambil senjata, akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan terarah dan terukur di betisnya," sebut Haldun. ***













