Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Harga Tomat di Medan Melonjak

Harga Tomat di Medan Melonjak
Rabu, 18 Oktober 2017 18:11 WIB
Penulis: Anita
MEDAN - Harga tomat di Kota Medan mengalami kenaikan. Pantauan di beberapa pasar tradisional, harga tomat kini dijual Rp15.000 per kg dari sebelumnya Rp8.000 per kg.

"Sudah tiga hari ini harga tomat naik. Bahkan, naiknya tidak tanggung-tanggung hampir 100 persen," ujar salah satu pedagang di Pasar Sei Sikambing Medan, I Silalahi, Rabu (18/10/2017).

Kata dia, akibat harga yang melambung pasokan tomat pun berkurang tidak seperti hari biasanya.

"Karena dari pemasok sudah naik, saya hanya sanggup beli saat ini hanya 25 kg. Kalau waktu belum naik, setiap hari saya bisa ambil lebih 50 kg," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga tomat karena faktor cuaca malam yang kurang bagus. Sehingga, menyebabkan pasokan ikut berkurang berimbas kepada harga menjadi naik.

Tak jauh beda disampaikan pedagang Pasar Padang Bulan Medan, Yanti. Ia mengatakan, harga tomat sudah naik hampir sepekan.

Kenaikan ini tidak diketuhui penyebabnya. Hanya saja, pemasok biasanya menyatakan karena cuaca malam sering hujan deras, sehingga perjalanan menuju kota Medan terganggu.

"Pemasok bilang kepada saya, kenaikan tomat karena perjalanan ke Medan kurang bagus. Sehingga, ada beberapa yang busuk sampai di Pasar Induk. Jadi, kami pun tidak mau rugi, yang busuk atau pecah tidak kami ambil," bebernya.

Yanti berharap, agar kenaikan tomat ini tidak lama berlangsung. Mengingat, tomat salah satu pendukung bumbu untuk memasak.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi, Olympic, PON
wwwwww