Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Semangat Sumpah Pemuda Disesuaikan dengan Perusahaan Zaman

Semangat Sumpah Pemuda Disesuaikan dengan Perusahaan Zaman
Minggu, 29 Oktober 2017 15:06 WIB
Penulis: Yeni

MEDAN - Anggota Komisi A DPRD Kota Medan yang juga Ketua DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut, Hendrik Sitompul mengatakan semangat Sumpah Pemuda adalah semangat kaum muda dalam membangun bangsa Indonesia yang disesuaikan dengan konteks tantangan zaman yang berubah-ubah.

Hal ini di katakannya ketika ditanya makna dari Sumpah Pemuda yang tepat jatuh pada hari Sabtu, Tanggal 28 Oktober 2017. “Intinya, ada semangat pemuda membangun Indonesia. Saya selalu menganjurkan karena zaman selalu berubah-ubah, zaman selalu maju, maka pemuda harus mengikuti perkembangan zaman. Pemuda harus mengabdi kepada negara harus sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Hendrik yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan.

Dia mencontohkan bagaimana pemuda menghadapi persoalan kebangsaan, toleransi dan keberagaman saat ini. Menurutnya, para pemuda Indonesia harus belajar dari para pendiri bangsa, yang mendirikan bangsa ini dengan semangat kebangsaan dan kebinekaan.

“Semangat kebangsaan dan kebinekaan inilah yang perlu dihadirkan kembali, misalnya, kita saling menghargai dan menghormati perbedaan. Saat ini, kita harus bangun bangsa ini dengan, dari Sabang Sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, tanpa sekat-sekat SARA sama sekali,” tandas Hendrik Alumni PPRA 52 Lemhannas RI.

Hendrik juga menegaskan bahwa negara ini dibangun dengan falsafat Pancasila. Salah satu poin dari falsafat Pancasila, kata dia adalah melihat perbedaan dengan mengedepankan semangat inklusif.

“Kita jangan mengedepankan semangat eksklusif, tidak perlu merasa ada yang mayoritas dan ada yang minoritas,” ungkap Hendrik.

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Umum
wwwwww