Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSSI Terima Kasih pada Suporter Yang Dukung Timnas Indonesia
Olahraga
22 jam yang lalu
PSSI Terima Kasih pada Suporter Yang Dukung Timnas Indonesia
2
Rizky Akan Terus Jaga Performa Menuju Olimpiade 2024 Paris
Olahraga
21 jam yang lalu
Rizky Akan Terus Jaga Performa Menuju Olimpiade 2024 Paris
3
Borneo FC Sudah Tampilkan Yang Terbaik, Angga Saputro: Masih Ada Peluang
Olahraga
24 jam yang lalu
Borneo FC Sudah Tampilkan Yang Terbaik, Angga Saputro: Masih Ada Peluang
4
Indra Sjafri Genjot Fisik Timnas U-20 Indonesia
Olahraga
21 jam yang lalu
Indra Sjafri Genjot Fisik Timnas U-20 Indonesia
5
Pemkab Kepulauan Seribu Peringati Pekan Imunisasi Dunia 2024
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Pemkab Kepulauan Seribu Peringati Pekan Imunisasi Dunia 2024
6
Kesit Budi Handoyo Siapkan Pakta Integritas untuk Kepengurusan PWI Jaya 2024-2029
Umum
19 jam yang lalu
Kesit Budi Handoyo Siapkan Pakta Integritas untuk Kepengurusan PWI Jaya 2024-2029
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Respons Komentar Fahri Hamzah, Jokowi: Wong Hajatan Kita Ini di Kampung Gak Mewah

Respons Komentar Fahri Hamzah, Jokowi: Wong Hajatan Kita Ini di Kampung Gak Mewah
Istimewa.
Selasa, 07 November 2017 19:54 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menanggapi kritikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengenai pesta pernikahan Kahiyang Ayu yang dianggap bisa lebih sederhana. Jokowi menilai definisi sederhana adalah relatif.

"Ya relatiflah definisi sederhana," ujar Jokowi sambil tertawa usai mengikuti gladi bersih akad nikah di Graha Saba Buana, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Jokowi menegaskan resepsi dan keseluruhan proses pernikahan Kahiyang Ayu adalah sebuah hajatan kampung. Sebab, resepsi digelar di daerah dan dekat dengam kediaman Jokowi sendiri.

"Wong kita ini punya hajatan di kampung. Gedung juga gedung sendiri, katering juga katering sendiri, panitia juga sendiri," katanya.

Presiden mengajak semua pihak tidak membandingkan resepsi pernikahan anaknya dengan orang lain.

"Ya jadi, jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Ya memang kita ini hajatan di kampung, di daerah, jadi ya adanya seperti ini," tutupnya.

Sebelumnya, Fahri menyoroti pernikahan putri Presiden itu yang seolah akan berlangsung meriah dengan mengundang banyak pejabat. Fahri menyinggung istilah 'Revolusi Mental' yang kerap digaungkan Jokowi di era pemerintahan saat ini.

Cuma kan dulu katanya enggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400 (orang). Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih gitu loh.

"Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana saja lah," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/